regional

Bus Pariwisata Surabaya Kecelakaan di Tol Mojokerto-Surabhaya ;14 Tewas 17 Luka-luka

Selasa, 17 Mei 2022 | 15:36 WIB

Sementara itu, Abdur Rohim mengatakan jika wisata ke luar kota sudah menjadi tradisi warga setelah lebaran,meski sempat terhenti saat pandemi. "Baru pertama ini setelah pandemi. Biasanya dulu pernah di Bali, jadi sudah jadi tradisi liburan warga," ujarnya sambil membenarkan, agaknya wisata kali ini ke Gunung Dieng tidak membuat mereka senang karena justru diwarnai  dengan  musibah laka maut bus yang mereka tumpangi, Senin (16/5/2022).


Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto menambahkan, penyebab kecelakaan tunggal tersebut menurut penyelidikan aqal karena terjadinya kesalahan manusia (human error).


Diduga, sopir yang mengemudikan bus tersebut dalam keadaan lelah sehingga mengantuk. Saat melintasi KM 712.200, laju bus tersebut, menurut saksi mata penumpang sudah dalam keadaan oleng, tidak stabil.


Kemudian, setibanya di KM 712.400, bus langsung menabrak tiang papan reklame yang berada di bahu kiri jalan, hingga ringsek lalu terguling.  "Jadi saat melintasi KM 712.200 itu oleng. Dan pas 712.400 itu menabrak papan reklame," tambahnya.


Petugas polisi juga menemukan fakta lain bahwa sopir yang mengemdudikan merupakan sopir pengganti atau cadangan dan diduga memakai obat.


Sopir itu bernama Ade Firmansyah. Saat ini, ia dikabarkan mengalami luka berat dan sedang dirawat di RS.  Puluhan orang penumpang wisatawan tersebut baru saja melakukan perjalanan wisata dari kawasan Dieng, Wonosobo, Jateng, sejak Sabtu (14/5) lalu. Dan, pada Senin (17/5/2022) pagi tadi, sesaat sebelum terjadi kecelakaan. Rombongan bus tersebut, sedang menuju arah pulang.


Keterangan lain dari Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim AKBP Dwi Sumrahadi, insiden tersebut bermula saat bus pariwisata Ardiansyah bernopol S-7322-UW membawa  penumpang lebih kurang 34 orang itu, melaju dari arah Jogyakarta menuju Surabaya.


Bus diperkirakan melaju dalam kecepatan sedang, melalui jalur lambat. Setibanya di KM 712.200/A, bus tiba-tiba oleng ke kiri dan menabrak tiang pemberitahuan atau Variable Message Sign (VMS) di pinggir bahu jalan tol sehingga terguling. Kondisi bus terguling, katanya sambil membenarkan, bahwa rombongan itu sebenarnya kurang 30 menit lagi sudah sampai  di tujuan (Benowo). Mereka menurut  Lurah Benowo Iswan Arif mengatakan warga yang ikut rombongan itu pada umumnya warga dari RT 1 dan RT 2.
Pada pukul 06.00 itu, Pak lurah kaget mendapat informasi kalau rombongan bus warga Benowo justru mengalami kecelakaan.


Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengungkapkan, dari 14 korban meninggal dunia, satu diantaranya meninggal saat dirawat di rumah sakit.  Mengenai identitas korban tewas ataupun luka berat yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, masih dilakukan pendataan.


Sementara itu, 14 orang tewas saat ini dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dan RSI Sakinah Kabupaten Mojokerto.  Sedangkan, 11 orang korban yang mengalami luka berat dirawat RS Petro Kimia Gresik, RS Citra Medika Kabupaten Mojokerto, RS Emma Kota Mojokerto. Korban yang dirawat di RS Petro Kimia Gresikdi Jalan Raya Dusun Legundi, Krikilan, Driyorejo, ada tiga orang.  "Cipta Prayoga (15) alamat Benowo Krajan 03/15, Septian Adi (18) alamat Benowo Krajan 03/15, Stella Patricia (18) warga Benowo Gang 2 no. 11. Itu yang dirawat di RS Petrokimia Gresik Driyorejo," ujar perwakilan RS Petrokimia Gresik Driyorejo, drg Tien Maurosiah, Senin sore. Kondisi ketiga korban yang dirawat di Rumah Sakit Petrokimia Driyorejo Gresik dalam perawatan intensif. (SPnews/Aries Sudiono)

Halaman:

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB