regional

Bus Pariwisata Surabaya Kecelakaan di Tol Mojokerto-Surabhaya ;14 Tewas 17 Luka-luka

Selasa, 17 Mei 2022 | 15:36 WIB

Sementara itu Kasatlantas Polresta Mojokerto, AKP Heru Sudjoto Budi Santoso di tempat terpisah menjelaskan pihaknya kini masih memeriksa sopir asli bus Ardiansyah S-7322-UW terkait kejadian kecelakaan di ruas jalan tol Sumo. Sebab, ada dua sopir bus yakni sopir asli bernama Adi Ardiyanto (31) warga Menganti, Gresik dan Adi Firmansyah (29) sopir cadangan, warga Kelurahan Sememi, Benowo, Surabaya.
"Sopir bus yang asli sudah kami amankan dan dilakukan pemeriksaan terkait kecelakaan yang mengakibatkan 14 korban meninggal dan 19 luka-luka.


Karena ada dua sopir sedangkan satu sopir (Cadangan) yang terlibat kecelakaan kondisinya luka-luka berat dan dirawat di rumah sakit,” ujarnya sambil menambahkan, lakalantas terjadi ketika bus disopiri sopir kedua atau pengganti.


"Dari keterangan saksi memang bus diawaki dua sopir karena perjalanan jauh dari Surabaya ke tempat Pariwisata Dieng Wonosobo dan balik dari Dieng  ke Surabaya melalui Yogyakarta-Madiun Jombang,” ujar Heru.


Heru menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara berdasarkan keterangan saksi bahwa sebelum kejadian naas itu sopir asli sempat bergantian mengemudi  dengan sopir cadangan perjalanan dari Yogyakarta menuju Surabaya.


Pergantian dari sopir asli ke sopir cadangan di rest area Ngawi selanjutnya sopir yang asli istirahat di belakang,” ujarnya. Sehingga,sopir cadangan mengambil alih kemudi bus perjalanan dari rest area Ngawi menuju Surabaya. Setibanya di lokasi bus mengalami kecelakaan di jalan tol jalur A KM 712+400.


Sejumlah korban kecelakaan bus pariwisata di ruas jalan tol Surabaya- Mojokerto (Sumo) KM 712) Desa Canggu, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto masih terud diindentifikasi. Baik yang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.


"Kami mengucapkan belasungsukawa atas meninggalnya 15 orang rombongan dari Benowo, Surabaya di tol Surabaya- Mojokerto," ujar Ning Ita, Wali Kota Mojokertoyang ikut membezuk para korban di RSUD Dr.Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, Senin siang.


Saat itu Ning Ita menyebut dari 15 korban meninggal melalui mekanisme jenazah akan diberangkatkan ke rumah duka. “Sayamendapat laporan dari 15 jenazah tersebut empat sudah siap diberangkatkan ke rumah duka masing-masing, sedang lainnya menyusul setelah identitasnya diketahui pasti.


Menurut dia, sekitar 19 korban lainnya yang mengalami luka kini masih dirawat di lima rumah sakit yang berbeda  di luar Kota Mojokerto.
"Ada 14 korban meninggal dan korban luka-luka yang dirawat di rumah sakit di Kota Mojokerto ada 17 orang yakni dirawat di dua RSUD Kota Mojokerto, RSUD Basoeni dan tiga rumah sakit swasta," ucap Ning Ita.


Ning Ita menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kota Surabaya terkait pemulangan jenazah ke rumah duka.


Sedangkan korban lainnya yang mengalami luka berat dirawat RS Petro Kimia Gresik, RS Citra Medika Kabupaten Mojokerto, RS Emma Kota Mojokerto.
"Kita sudah koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya karena korban yang meninggal adalah warga Kota Surabaya kita koordinasikan terkait ketersediaan mobil ambulans jenazah,"  katanya.


Ditambahkan, pihaknya akan mendatangkan Kepala Dusun setempat untuk membantu dalam proses identifikasi korban di RSUD Dr.Wahidin Sudiro Husodo.
"Kita juga menyediakan mobil ambulans jenazah untuk kepulangan jenazah ke rumah duka masing-masing," pungkasnya.


Identifikasi korban kecelakaan terpusat di RSUD Kota Mojokerto. Adapun data sementara korban meninggal kecelakaan bus di Tol Sumo di RSUD Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto :
1. Titis Hermi, Jalan Benowo 2/II
2. Ainur Rofiq, Jalan Benowo 3 /29
3. Andik (alamat belum diketahui)
4. Nita Ning Agustin Jalan Benowo, Kota Surabaya.
5. Diany Astrelia Jalan Benowo, Kota Surabaya.
6. Andika Jalan Benowo, Kota Surabaya.
7. AN. Gibran (7)
8. Asminah
9. Fita Sari
10. Suprayitno
11. Belum terindentifikasi
12. Belum terindentifikasi
13. Korban meninggal di RSUD RA Basoeni
14.Anak laki-laki usia 10 tahun
Satu korban meninggal di rumah sakit Ciko, Kabupaten Sidoarjo, belum dipastikan korban      laka bus.


Satu keluarga


Keluarga NR, warga Benowo Krajan, Pakal, Kota Surabaya menjadi salah satu korban rombongan wisata maut di tol Surabaya-Mojokerto, Senin pagi. Satu keluarga NR yang berjumlah enam orang, turut jadi korban kecelakaan maut tersebut. NR sendiri masih dikabarkan kritis, sementara dua dari enam korban satu keluarga itu dipastikan meninggal dunia, yakni AS (47) dan NNA (34), pasangan suami istri yang juga anak dari NR. Teti Indriyati, adik korban NNA yang juga anak dari NR mengatakan bahwa sampai saat ini pihak keluarga masih terus menunggu informasi valid atas kejadian yang menimpa rombongan wisata RT 01 RW 02, Benowo Krajan Surabaya itu. "Bapak masih kritis. Kalau kakak saya dikabarkan sudah meninggal sama suaminya. Ini masih nunggu lagi informasi yang pasti," kata Teti.

Halaman:

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB