Coveyor Terbakar, Aktivitas di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu Tetap Normal

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Kamis, 26 Desember 2024 | 09:56 WIB
Pelabuhan laut Pulau Baai, Bengkulu.(Foto/Dokumen)
Pelabuhan laut Pulau Baai, Bengkulu.(Foto/Dokumen)

Bengkulu, SUARAPEMBARUAN-Meski alat bongkar muat barang (conveyor) milik PT Pelindo Bengkulu, terbakar pada Selasa (24/12/2024) malam, tapi tidak menggangu aktivitas di pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.

General Maneger PT Pelindo Regional II Cabang Bengkulu, Joko, di Bengkulu, Rabu (25/12/2024) membenarkan hal tersebut. "Kami jamin meski alat bongkat muat barang terbakar, tapi pelayanan di Pelabuhan Pulau Baai, tidak terganggu dan aktivitas tetap berjalan seperti biasa," ujarnya.

Ia mengatakan, PT Pelindo sudah mengambil langkah-langkah agar pelayanan pemuatan curah kering, seperti batubara, dan cangkang kelapa sawit tetap berjalan lancar normal seperti biasa.

"Kami mengoptimalkan conveyor B sebagai alternatif dari conver C yang terbakar di dermaga samudra, dan mengalihkan sandaran kapal ke tiga dermaga atau jetty curang kering. Hal ini agar kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan Pulau Baai tetap lancar," tambah Joko.

Alat bongkar muat barang yang terbakar terjadi pada terminal curah kering yang dioperasikan oleh anak perusahaan Pelindo, PT Pelabuhan Tanjung Priok Cabang Bengkulu, di Pelabuhan Pulau Baai yakni conveyor C pada Selasa malam.

Api terlihat membesar dan menjalar dengan cepat di peralatan tersebut pada Selasa (24/12/2024) sekitar pukul 21.30 WIB. Alat bongkar muat atau conveyor C terbakar pada saat tidak beroperasi atau standby untuk persiapan kegiatan pemuatan selanjutnya.

Seperti diketahui kebakaran tersebut terjadi diduga dipicu karena korsleting yang dimungkinkan karena terkena percikan air mengingat keadaan cuaca di Bengkulu beberapa hari ini curah hujan tinggi, dan ditambah kecepatan angin yang sangat kencang.

Kobaran api terkendali pada pukul 23.00 WIB, setelah berkoordinasi dengan pihak terkait. Api berhasil dipadamkan dan tidak menjalar ke peralatan bongkar muat lainnya, serta tidak ada korban jiwa yang timbul.

Untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut, kata Joko pihaknya bersama instansi terkait tengah melakukan investigasi di lapangan dan mengupayakan langkah normalisasi agar pelayanan bongkar muat barang di pelabuhan laut terbesar di Bengkulu dapat berjalan baik seperti sedia kalah.

Selain itu, manajemen Pelindo Grup Bengkulu akan melakukan evaluasi menyeluruh guna menerapkan komitmen pencegahan dan meminimalisir kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.(SP/Min)

 

 

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X