Bupati dan Wali Kota di Bengkulu Diminta Percepat Penggunaan Anggaran Tahun 2025

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Sabtu, 14 Desember 2024 | 09:02 WIB
Plt Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah memberikan pengarahan pada acara penyerahan DIPA dan TKD tahun anggaran 2024 kepada pemkab dan pemkot di Bengkulu. (Foto/Humas Pemprov Bengkulu
Plt Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah memberikan pengarahan pada acara penyerahan DIPA dan TKD tahun anggaran 2024 kepada pemkab dan pemkot di Bengkulu. (Foto/Humas Pemprov Bengkulu

Bengkulu, SUARAPEMBARUAN-Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah meminta kepada pemprov, pemkab dan pemkot di Bengkulu, agar pengelolaan anggaran dapat dilaksanakan sejak awal tahun, sehingga maafnya dapat langsung dirasakan masyarakat, sesuai arahan Presiden RI, Prabowo Subianto.

"Saya meminta kepada para bupati dan wali kota Bengkulu agar dokumen DIPA dan TKD kabupaten dan kota di Bengkulu, tahun anggaran 2025 segera diserahkan kepada masing-masing pengguna aggaran atau kuasa pengguna anggaran (KPA), sehingga dapat dimafaatkan secepatnya," ujar Plt Rosjonsyah.

Hal tersebut diungkapkan pada menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2025 kepada pemerintah provinsi (pemprov), pemkab dan pemkot se-Bengkulu, bertempat di Balai Raya Semarak Bengkulu, Jumat (14/12/2024).

Rosjonsyah mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Seluruh pihak untuk memastikan anggaran digunakan secara tepat guna, dengan menghindari kebocoran melalui monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan, serta memperkuat digitalisasi melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

"APBN dan APBD adalah uang rakyat. Oleh karena itu, harus dikelola secara hati-hati, efektif, efisien, dan responsif, agar dapat membantu masyarakat mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi," tegasnya.
Rosjonsyah menyampaikan beberapa sektor prioritas yang harus menjadi fokus dalam pengelolaan anggaran, yaitu pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan hilirisasi sumber daya alam.

"Pemerataan akses pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas adalah kunci dalam membangun Sumber Daya Manusia yang unggul dan berdaya saing," jelasnya.

Pendidikan dan kesehatan yang baik, lanjutnya merupakan jalan terbaik untuk keluar dari lingkaran kemiskinan dan kebodohan. Selain itu, sektor ketahanan pangan juga membutuhkan perhatian serius untuk menjamin ketersediaan dan stabilitasnya.

Ia juga menekankan pentingnya mendorong hilirisasi sebagai upaya untuk mengoptimalkan pengelolaan kekayaan sumber daya alam di Bengkulu. Hilirisasi, menurutnya, dapat memberikan nilai tambah yang besar dan berkelanjutan bagi perekonomian daerah.

“Hilirisasi perlu terus kita dorong, agar potensi sumber daya alam yang kita miliki dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat serta kemajuan daerah,” demikian Plt Gubernur Rosjonsyah.(*)

 

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X