Kebut Kualitas Pemda DIY beri Pelatihan SDM Tenant Teras Malioboro

Photo Author
Fuska Sani Evani, Suara Pembaruan
- Sabtu, 5 Oktober 2024 | 09:57 WIB
Pendampingan Penerapan Tata Kelola Ketenagakerjaan bagi Tenant Teras Malioboro. (Ist)
Pendampingan Penerapan Tata Kelola Ketenagakerjaan bagi Tenant Teras Malioboro. (Ist)

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Pemerintah Daerah (Pemda) DI Yogyakarta terus berupaya meningkatkan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khususnya pengelola tenant di Teras Malioboro 1 dan 2 melalui pelatihan bertajuk "Pendampingan Penerapan Tata Kelola Ketenagakerjaan bagi Tenant Teras Malioboro."

Pelatihan ini berlangsung dari 30 September hingga 2 Oktober 2024 dan diikuti oleh 30 peserta tenant dari Teras Malioboro 1 dan 2. Program ini merupakan jenjang ketiga dari rangkaian pelatihan, setelah peserta sebelumnya menjalani kelas 1 dan 2 yang mengajarkan aspek-aspek mendasar dalam pengelolaan bisnis.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.M.A., mengungkapkan pelatihan ini didukung oleh Dana Keistimewaan dan mengusung tema tata kelola ketenagakerjaan yang tepat guna untuk mempersiapkan tenant Teras Malioboro menjadi UKM yang lebih profesional dalam pengelolaan sumber daya manusia. bahwa program ini merupakan bagian penting dari usaha Pemda DIY untuk mendorong UMKM agar naik kelas.

"Melalui pelatihan ini, kami berharap para tenant dapat memahami pentingnya tata kelola ketenagakerjaan yang baik, sehingga mereka bisa menciptakan iklim kerja yang produktif dan mendukung pertumbuhan bisnis mereka ke depan," ujarnya pada Sabtu (05/10/2024).

Hari pertama pelatihan,  difokuskan pada penerapan tata kelola ketenagakerjaan. Peserta mendapatkan materi dari narasumber ahli tentang pentingnya pengelolaan sumber daya manusia yang efektif, termasuk aturan dasar ketenagakerjaan, manajemen karyawan, dan aspek legal yang perlu diperhatikan dalam membangun hubungan kerja yang harmonis.

Hari kedua diisi dengan kunjungan lapangan ke dua UKM yang telah menerapkan tata kelola ketenagakerjaan dengan baik, yaitu Abon Daun Emas dan Vifas Batik. Kunjungan ini memberi kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung bagaimana kedua UKM tersebut mengelola tenaga kerja mereka dengan profesional. Ahmad Fauzi, salah satu peserta, menyampaikan,

 "Kunjungan ke Abon Daun Emas sangat membuka wawasan saya tentang bagaimana pengelolaan karyawan bisa dilakukan dengan cara yang lebih baik. Ini sangat relevan dengan bisnis saya, dan saya berencana untuk menerapkan beberapa hal yang saya pelajari di lapangan. Selain itu, menjalin kerjasama dengan Abon Daun Emas sangat menarik karena harga yang biasa saya ambil lebih mahal, tetapi di sini, harganya sangat terjangkau—turun hingga 3 kali lipat dari harga pasaran."

Sedang hari ketiga pelatihan ditutup dengan sesi review dan evaluasi dari narasumber mengenai materi yang telah disampaikan. Para peserta didorong untuk menganalisis dan mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari selama pelatihan dan kunjungan lapangan ke dalam bisnis mereka masing-masing.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UPTD PLUT KUMKM) DIY Hellen Phornica juga menyebutkan bahwa pelatihan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi para tenant Teras Malioboro. “Dengan pengelolaan ketenagakerjaan yang lebih baik, para tenant akan lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas," katanya.

Selain meningkatkan pemahaman tentang tata kelola ketenagakerjaan, peserta juga dibekali strategi untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Kunjungan lapangan juga membuka peluang kolaborasi dan memberikan inspirasi praktis tentang bagaimana bisnis mereka dapat berkembang lebih lanjut dengan tata kelola yang baik.

 

Salah satu narasumber, Warsis Mawardi, menyampaikan harapannya, "Saya berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi benar-benar diterapkan oleh para peserta dalam pengelolaan bisnis mereka. Ketika UMKM mampu mengelola karyawan dengan baik, itu akan memberikan dampak positif pada produktivitas dan kesuksesan bisnis mereka."

Program pelatihan ini menegaskan komitmen berkelanjutan Pemda DIY dalam mendukung pertumbuhan UMKM, khususnya tenant Teras Malioboro. Dengan tata kelola yang lebih baik, tenant diharapkan mampu bersaing secara profesional, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Yogyakarta. (*)

 

Halaman:

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X