Salatiga, suarapembaruan.news – Sanyata merasakan benar jatuh bangun dalam merintis usahanya.
Saat merintis usahanya pada 2004 silam, laki-laki berusia 53 tahun itu mengalami keterpurukan.
Ia harus menutup usaha yang ia geluti karena mengalami kebangkrutan. Semua harta benda yang dimilikinya saat itu harus direlakan untuk menutup kerugian usahanya.
"Saat itu, saya merasa hidup saya benar-benar hancur. Melihat semua yang sudah saya kerahkan hilang lenyap begitu saja karena ketidaktahuan saya tentang mengelola pendapatan dan pengeluaran yang ada," ungkap Sanyata.
”Rumah sederhana yang saya punya dan kendaraan satu-satunya terpaksa dijual untuk bertahan hidup,” tutur Sanyata, sambil menyeka air di ujung matanya.
Beruntung, ia sempat bekerja sebagai buruh pabrik di Salatiga untuk sekadar menyambung hidup. Kendati demikian, ia sadar, gajinya yang pas-pasan belum lah cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi ketiga anaknya dan kehidupan bagi keluarganya.
”Entah kenapa, kedaan sulit yang sudah saya lewati justru mendorong saya jadi lebih nekat untuk merintis usaha baru,” katanya.
Ia pun merintis bisnis baru, yakni bisnis kue kering dengan merk N&N Snack.
”Awalnya saya berpikir setiap kali bertamu ke rumah-rumah saudara dan tetangga pasti ada kue kering yang disuguhkan, baik itu pada hari-hari besar atau hari biasa sekalipun. Dari situ saya melihat ada peluang dalam usaha ini,” ungkapnya menebar senyum.
Tidak ada resep khusus kecuali nekat dalam mempelajari produksi kue-kue kering. Dengan tekad yang kuat, ia pun merintis usaha kue kering di rumahnya.
"Saya tidak akan menyerah, setiap kegagalan memberikan pembelajaran. Saya harus terus mencoba dan berusaha lebih baik. Saya ingin menunjukkan kepada anak-anak dan orang-orang disekitar saya bahwa dalam hidup, kita harus selalu bangkit meskipun jatuh berkali-kali. Tidak ada yang bisa menghalangi tekad kita kecuali diri kita sendiri," tegas Sanyata dengan semangat.
Meski perjalanan merintis usaha tidaklah mudah, bapak dengan tiga anak ini tetap gigih melangkah. Dari ruang produksi yang terbatas, ia terus berinovasi dengan memanfaatkan segala yang ia punya. Semangat dan harapan yang membara mendorong Sanyata untuk terus maju dan memberikan inspirasi bagi UMKM lainnya.
”Bagi saya, keberhasilan bukan hanya tentang mendapatkan keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana usahanya bisa memberikan dampak positif bagi orang-orang di sekitarnya,” ungkap Sanyata dengan bijak.
Berkat sikap rendah hati dan ketabahan yang luar biasa, Sanyata tidak hanya mencapai kesuksesan dalam bisnisnya, tetapi juga membantu mengubah pandangan orang-orang tentang keberhasilan dan kegagalan.
Artikel Terkait
Pertamina Patra Niaga Sulawesi Gelar Seminar Legal Preventive Program, Menuju Digitalisasi Dalam Transaksi Bisnis
Dugderan Tahun Ini Bakal Lebih Meriah, Ada Bagi-bagi Roti Ganjel Rel dan Kue Keranjang
Parcel Lebaran Mulai Rp65.000, Porselen Pecah Belah Hingga Kue Kering
Komisaris Utama dan Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PR Pertamina Patra Niaga Beri Bingkisan untuk Konsumen
Eks Pusat Kuliner Pantai Panjang, Kota Bengkulu Akan Dijadikan Kawasan KHAS