Bau-bau-Suarapembaruan.news. Sehari menjelang Hari Raya Idil Fitri 1445 H, 10 April 2024, ratusan penumpang memadati KM Lambelu untuk memastikan mereka bisa berlebaran di kampung halamannya.
KM Lambelu yang dinakhodai Kapten Ahmad, berangkat dari Pelabuhan Makassar, Senin (8/4/2024) malam tujuan Pelabuhan Murhum Bau-bau, tiba Selasa (9/4/2024) siang dan hari itu juga melanjutkan perjalanan ke Larantuka, Nusa Tenggara Timur.
Lambelu adalah kapal terakhir yang tiba sehari sebelum Idul Fitri dan menjadi pilihan para penumpang Bau-bau dan daerah sekitarnya yang akan meneruskan perjalanan menuju Raha Kabupaten Muna, Kendari dan daerah sekitarnya.
Mudik Gratis
Turun dari KM Lambelu, para penumpang menyerbu loket penjualan tiket untuk Kapal Express Bahari 5E tujuan Raha dan Kendari.
Kapal cepat ini ternyata siap mengangkut penumpang gratis dan sudah menunggu penumpang Lambelu yang turun dan akan ke Raha dan Kota Kendari serta daerah sekitarnya dengan membuka layanan mudik gratis untuk penumpang dari tujuan Raha dan Kendari.
"Biasanya kami harus bayar tiket ke Raha Rp 180 ribu perorang. Alhamdulillah, hari ini kami dapat tiket gratis kendati harus mengikuti antrian panjang dan cukup hanya membayar biaya foto copy KTP sebesar Rp 20 ribu," ujar Laode Duni, warga asal Kecamatan Kambara, Kabupaten Muna.
Kapal cepat itu memberikan pelayanan terbaik, dari pembelian tiket hingga proses naik ke atas kapal, penumpang ditempatkan di ruang VIP dan tampak petugas ikut membantu mengatur barang bawaan penumpang.
Petugas kapal Expres Bahari 5E mengatakan, pemberangkatan mudik gratis hari itu untuk ketiga kalinya dan terakhir, Selasa ( 9/4/2024).
Petugas berjaga di pos-pos pemeriksaan yang dilalui penumpang sebelum naik ke kapal, mereka diperiksa dan dicatat identitasnya. Petugas juga menanyai satu persatu, apakah ada oknum yang meminta bayaran, jika ada besarannya berapa dan di loket mana.
Petugas kapal Expres mengatakan, hal itu dilakukan untuk memastikan apakah program pemberian tiket gratis kepada penumpang jelang lebaran itu berjalan sesuai program. Jika ada petugas yang memungut bayaran di loket atau ada perantata yang memungut akan ditindak tegas. (SP. news/MK Said).