Semarang, suarapembaruan.news - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, Fachruddin Tri Ubajani mengatakan, pada Maret 2024 inflasi year on year Kota Semarang sebesar 2,89 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,44.
Baca Juga: Anggota Polisi Kepalanya Dibacok Dengan Parang
"Berdasarkan data BPS, inflasi Kota Semarang berada di 2,89 persen, angka ini terendah di Jawa Tengah," kata Fachruddin, Selasa (2/4).
Komoditas yang menyumbang inflasi pada bulan Maret 2024 di Kota Semarang ini di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, nasi dengan lauk, bayam, serta emas perhiasan.
Baca Juga: Diduga Miras Sambil Berboncengan, Tiga Anggota Polres Supiori Tabrak Trotoar dan Meninggal
"Kenaikan harga daging ayam ras menyumbang inflasi 0,14 persen, diikuti nasi dengan lauk 0,1 persen, telur ayam ras 0,08 persen, bayam 0,05 persen dan emas perhiasan 0,04 persen," jelasnya.
Menurutnya, kenaikan harga daging ayam ras dan telur ini juga terjadi di 9 kabupaten dan kota pemantauan Indeks Harga Konsumen di Jawa Tengah.
Baca Juga: Jadi Pembelian Paling Pas buat The Reds
Hal ini terjadi karena permintaan konsumen dan harga pakan ternak yang masih tinggi. Sementara harga beras, dinilai telah stabil di Kota Semarang. Hal ini tampak dari hilangnya poin beras sebagai komoditas penyumbang inflasi di Semarang.
"Secara year on year, inflasi terjadi karena terjadinya kenaikan harga sembilan indeks kelompok pengeluaran. Paling tinggi yakni terpengaruh dari naiknya harga makanan, minuman dan tembakau, yang berpengaruh hingga 8,47 persen terhadap inflasi," ujarnya.
Baca Juga: Khusus Warga Jateng-DIY, Ngaji 1 Juz Gratis E-Voucher dari MyPertamina, Mau Ikut? Catat Lokasinya!
Sedangkan kenaikan harga di restoran/rumah makan atau kelompok penyediaan makanan dan minuman berpengaruh 3,43 persen terhadap inflasi Semarang.
Selanjutnya, ada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,10 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,05 persen, dan kelompok pakaian dan alas kaki dan kelompok transportasi sama-sama mengalami inflasi sebesar 1,41 persen.
Ada pula kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharan rutin rumah tangga sebesar 1,26 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,78 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,08 persen.
Artikel Terkait
Kendalikan Inflasi, Disperindag Bengkulu Bersama BI Gelar Pasar Murah Sembako
Cegah Inflasi, TPID Kota Bengkulu Dirikan Warung Sembako Murah
Lantik Pj Walikota Tegal, Nana Minta Kendalikan Inflasi dan Arus Mudik Lebaran
Sambut Lebaran, Pemkot Semarang Prioritaskan Tekan Laju Inflasi
Stok Pangan dan Energi di Jateng Aman Selama Lebaran, Inflasi Masih Terkendali