Gencar GPM dan Pak Rahman, Semarang Jadi Kota IHK dengan Inflasi Terendah di Jateng

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 3 April 2024 | 10:40 WIB
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau stand Bazar Ramadan dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia untuk menekan inflasi.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau stand Bazar Ramadan dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia untuk menekan inflasi.

Semarang, suarapembaruan.news  - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, Fachruddin Tri Ubajani mengatakan, pada Maret 2024 inflasi year on year Kota Semarang sebesar 2,89 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,44. 

Baca Juga: Anggota Polisi Kepalanya Dibacok Dengan Parang


"Berdasarkan data BPS, inflasi Kota Semarang berada di 2,89 persen, angka ini terendah di Jawa Tengah," kata Fachruddin,  Selasa (2/4). 


Komoditas yang menyumbang inflasi pada bulan Maret 2024 di Kota Semarang ini di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, nasi dengan lauk, bayam, serta emas perhiasan. 

Baca Juga: Diduga Miras Sambil Berboncengan, Tiga Anggota Polres Supiori Tabrak Trotoar dan Meninggal


"Kenaikan harga daging ayam ras menyumbang inflasi 0,14 persen, diikuti nasi dengan lauk 0,1 persen, telur ayam ras 0,08 persen, bayam 0,05 persen dan emas perhiasan 0,04 persen," jelasnya. 


Menurutnya, kenaikan harga daging ayam ras dan telur ini juga terjadi di 9 kabupaten dan kota pemantauan Indeks Harga Konsumen di Jawa Tengah. 

Baca Juga: Jadi Pembelian Paling Pas buat The Reds


Hal ini terjadi karena permintaan konsumen dan harga pakan ternak yang masih tinggi. Sementara harga beras, dinilai telah stabil di Kota Semarang. Hal ini tampak dari hilangnya poin beras sebagai komoditas penyumbang inflasi di Semarang. 


"Secara year on year, inflasi terjadi karena terjadinya kenaikan harga sembilan indeks kelompok pengeluaran. Paling tinggi yakni terpengaruh dari naiknya harga makanan, minuman dan tembakau, yang berpengaruh hingga 8,47 persen terhadap inflasi," ujarnya. 

Baca Juga: Khusus Warga Jateng-DIY, Ngaji 1 Juz Gratis E-Voucher dari MyPertamina, Mau Ikut? Catat Lokasinya!


Sedangkan kenaikan harga di restoran/rumah makan atau kelompok penyediaan makanan dan minuman berpengaruh 3,43 persen terhadap inflasi Semarang. 


Selanjutnya, ada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,10 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,05 persen, dan kelompok pakaian dan alas kaki dan kelompok transportasi sama-sama mengalami inflasi sebesar 1,41 persen. 


Ada pula kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharan rutin rumah tangga sebesar 1,26 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,78 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,08 persen. 

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X