Dinsos Kota Bengkulu Imbau Masyarakat Tidak Beri Uang pada Pengemis di Jalan

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Senin, 18 Maret 2024 | 08:10 WIB
Kepala Dinsos Bengkulu, Sahat Sitomorang memberikan pengarahan kepada para pengemis yang terjaring operasi petugas dinsos setempat.(Foto/MC Pemkot Bengkulu)
Kepala Dinsos Bengkulu, Sahat Sitomorang memberikan pengarahan kepada para pengemis yang terjaring operasi petugas dinsos setempat.(Foto/MC Pemkot Bengkulu)

Bengkulu,suarapembaruan.news- Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang mengimbau masyarakat tidak memberikan uang kepada para pengemis di jalan, karena bertentangan dengan perda Nomor 7 tahun 2017 tentang Penanganan Anak Jalanan, Gelandangan dan Pengemis.

"Kita minta warga Kota Bengkulu, tidak memberikan uang kepada para pengemis di daerah ini. Ini kita lakukan sebagai upaya penertiban pengemis liar di Kota Bengkulu, terutama pada bulan Ramadan," kata Sahat Sitomorang, di Bengkulu, Senin (18/3/2023).

Ia mengatakan, bukan menjadi rahasia umum lagi setiap pada bulan Ramadan jumlah pengemis yang beroperasi di Kota Bengkulu meningkat dari hari biasanya. Hal ini sangat menganggu pemandangan di tempat umum, seperti di jalan-jalan ramai dilalui kendaraan roda dan roda empat.

Kebanyakan pengemis musiman ini,katanya berasal dari luar Bengkulu. Sedangkan pengemis dari Bengkulu sendiri jumlahnya relatif sedikit. Karena itu, pihaknya minta kepada warga tidak memberikan uang kepada mereka.

Soalnya, jika mereka ini diberikan uang maka jumlah pengemis akan bertambah banyak pada bulan Ramadan ini. Selain itu, memberi uang kepada pengemis bisa dikenakan sanksi berupa kurungan badan selama 3 bulan atau denda Rp 1 juta sesuai Perda No 7 tahun 2027 tentang penanganan anak jalanan, pengemis dan geladangan.

"Jadi, kita ingatkan warga Kota Bengkulu jangan sembarangan memberi uang kepada pengemis karena bisa disanksi pidana atau denda sesuai Perda No 7 tahun 2017. Kita tidak melarang warga untuk bersedekah, tapi diberikan kepada orang yang tepat," tambah Sahat.

Ia menambahkan, jika para pengemis musiman ini diberikan uang oleh masyarakat, akan mengajar mereka menjadi pemalas. Padahal, mereka ini fisik bagus, badan sehat dan tidak cacat fisik, tapi kerjanya minta-minta di jalan.

"Orang seperti tidak perlu diberikan uang karena akan membuat mereka semakin malas bekerja keras. Jika ini sedekah atau infak sebaiknya salurkan ke wadah yang tepat sehingga dapat disalurkan kepada warga yang memang perlu dibantu," ujarnya.

Terkait pengemis menjamur di beberapa tempat strategis di Kota Bengkulu. Sahat mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait akan melakukan razia dalam waktu dekat ini.

"Pengemis lair ini segera kita tertibkan, dan jika mereka tertangkap akan kita bina dan selanjutnya dikembalikan ke luarganya serta diminta tidak menjadi pengemis," tandasnya.

Selain itu, jika pengemis yang tertangkap razia petugas Dinsos Kota Bengkulu, berasal dari luar daerah, maka yang bersangkutan setelah diberikan pengarahan akan dikembalikan ke daerah asalnya.

"Pengemis berasal dari luar Bengkulu bila terjaring operasi petugas Dinsos Kota Bengkulu, akan kita kembalikan ke daerah asalnya. Semua biaya kepulangan mereka ke daerah asalnya akan ditanggung Dinsos setempat," ujarnya.

Dari pantuan suarapembaruan.news di lapangan, sejak masuk bulan Ramadan jumlah pengemis di Kota Bengkulu meningkat dari biasanya. Hal ini terlihat di beberapa titik yang ramai dilalui kendaraan bermotor jumlah pengemis bertambah dari hari-hari biasa.

Seperti di Simpang Harapan, Simpang Lima dan beberapa tempat strategis lainnya di Kota Bengkulu. Jumlah pengemis di tempat-tempat ini, selama bulan Ramadan bertambah dua kali lipat dari hari biasa.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X