Bengkulu,suarapembaruan.news- Untuk mengatisipasi terjadi lonjakan harga sembako menjelang Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriyah, Pemkot Bengkulu melalui Disperindag setempat rutin melakukan pengecekan harga di sejumlah pasar tradisional daerah ini.
Hal ini dilakukann untuk mencegah terjadinya spekulan harga menjelang Idulfitri 1445 Hijriyah mendatang, karena pengalaman selama ini, setiap kali menjelang lebaran harga sembako meningkat dari biasaya, menyusul permintaan barang sembako dari masyarakat meningkat untuk kebutuhan Idulfitri.
"Untuk mengantisipasi hal ini, kita rutin turun ke pasar mengecek harga sembako. Hal ini akan akan kami lakukan hingga menjelang Idulfitri mendatang," kata Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Bujang HR kepada wartawan, di Bengkulu, Minggu (17/3/2024).
Dengan melakukan pengecekan rutin harga dan stok sembako di pasar-pasar tradisional di Bengkulu, maka jika terjadi kenaikan harga sembako pihaknya bersama instansi terkait langsung bertindak agar harga tetap stabil.
Selain itu, para pedagang tidak berani menaikan harga sembako secara sepihak. Apalagi mereka menaikan harga secara tidak wajar maka Disperindag Kota Bengkulu, tidak segan-segan mengambil tidakan secara hukum kepada pedagang sembako yang melakukan spekulan menjelang Idulfitri.
"Kita minta kepada pedagang sembako di Kota Bengkulu, tidak melakukan spekulan harga. Soalnya, jika terbukti pedagang melakukan spekulan atau mempermainkan harga sembako mendekati lebaran akan diberikan sanksi tegas oleh Satgas Pangan dalam hal ini kepolisian setempat," ujarnya.
Meski demikian, kata Bujang HR pihaknya tetap melakukan pemantauan harga sembako di pasar-pasar tradisional di Kota Bengkulu. Jika dari hasil pantuan ditemukan ada dugaan spekulen harga langsung dikoordinasikan ke pihak kepolisian setempat, agar pedagang nakal diberikan sanksi hukum.
Untuk itu, dia mengimbau masyarakat jika mengetahui dan memiliki bukti-bukti pedagang melakukan spekulan silakan dilaporkan ke Tim Satgas Pangan Kota Bengkulu. "Kita pastikan jika ada bukti-bukti kuat, pedagang bersangkutan akan kita tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.
Terkait harga beras di Kota Bengkulu, ia mengatakan sampai saat ini masih terjadi kenaikan. Hanya saja kenaikan harga beras di Kota Bengkulu tipis dan kenaikan sudah terjadi sejak awal Ramadan lalu.
Menyikapi masalah ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog Bengkulu. Dari hasil koordinasi dengan Bulog, diketahui stok beras di Bengkulu cukup aman hingga Hari Raya Idulfitri mendatang.
"Jadi, kalau stok beras di Bengkulu cukup aman hingga Idulfitri mendatang. Hanya saja harga beras memang sulit dikendalikan karena Kota Bengkulu bukan daerah penghasil beras, sehingga kita masih ketergantungan dengan daerah penghasil, seperti Lebong, Bengkulu Selatan dan Rejang Lebong," ujarnya.
Disperindag Kota Bengkulu tetap melakukan pengawasan harga beras di pasar dan berkoordinasi dengan kepolisian setempat, untuk menindak jika ditemukan ada spekulan beras di daerah ini.
"Kita bersama-sama mencegah terjadinya spekulasi harga yang dapat menyebabkan kenaikan harga beras tidak wajar di Kota Bengkulu. Kami berharap dengan aktifnya petugas Disperdag melakukan pemantuan harga beras di pasar, maka pedagang tidak berani menaikan harga beras secara tidak wajar," ujarnya.
Dari pantuan dilapangan, harga beras di Kota Bengkulu masih terjadi kenaikan tipis dari biasanya dan stok bahan makanan pokok ini ditangan pedagang setempat cukup banyak dan dijamin tidak mengalami kekurangan hingga menjelang Idulfitri nanti.
Sementara harga beberapa jenis sembako lainnya di Kota Bengkulu minggu kedua Ramadan masih stabil, seperti gula, minyak goreng, telur, tepung terigu dan jenis sembako lainnya.