Jawa Timur Penghasil Gula Tertinggi Tingkat Nasional

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Minggu, 15 Oktober 2023 | 07:49 WIB
Deklarasi dukungan antara Gapoktan Inti Rosan, PT. Pupuk Kaltim, PT. Inti Rosan Makmur Sentosa, PT. Bank BPD Jatim Cabang Tulungagung, PT. Bank BPR UMKM Jatim, dan PT. Dharma Utama Sentosa. (Ist)
Deklarasi dukungan antara Gapoktan Inti Rosan, PT. Pupuk Kaltim, PT. Inti Rosan Makmur Sentosa, PT. Bank BPD Jatim Cabang Tulungagung, PT. Bank BPR UMKM Jatim, dan PT. Dharma Utama Sentosa. (Ist)

Surabaya, suarapembaruan.news - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi inovasi teknologi oleh Gabungan Kelompok Tani Tebu (Gapoktan) Tebu Inti Rosan dan PT. Inti Rosan Makmur Sentosa, Tulungagung. Inovasi tersebut menjadikan produksi atau giling tebu bisa dilakukan setahun penuh.

"Saya sering keliling ke pabrik gula di Jatim, maupun daerah lain di Indonesia. Rata-rata musim gilingnya 5-6 bulan, mulai Mei, Juni. Tapi di sini, proses giling bisa dilakukan setahun full, sehingga akan terjadi efisiensi yang signifikan," kata Khofifah, di Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Sabtu (14/10/2023).

Di desa tersebut, gubernur menyaksikan penandatanganan nota deklarasi dukungan antara Gapoktan Inti Rosan, PT. Pupuk Kaltim, PT. Inti Rosan Makmur Sentosa, PT. Bank BPD Jatim Cabang Tulungagung, PT. Bank BPR UMKM Jatim, dan PT. Dharma Utama Sentosa.

Khofifah berharap, inisiasi update terknologi yang dilakukan Gapoktan ini, dapat menjadi referensi industri pergulaan maupun pertebuan nasional.

Rendemen tebu yang dihasilkan PT. Inti Rosan, sebesar 15 persen. Di mana rata-rata rendemen tebu dari pabrik gula yang ada di Jatim antara 8-10 persen. Rendemen adalah kadar kandungan gula dalam batang tebu yang dinyatakan dengan persen.

Dalam kesempatan itu, mantan menteri sosial ini, menyerahkan realisasi kredit, retail dan KUR, kepada Kredit Kusuma Petani Tebu senilai Rp. 100 juta, Kredit PKPJ Petani Tebu Rp. 50 juta, dan Kredit Prokesra Petani Tebu senilai Rp. 50 juta.

Komisaris Utama PT Inti Rosan Makmur Sejahtera, Mudhofi mengungkapkan, dengan penandatanganan kerjasama ini, para petani tebu bisa menanam dan menghasilkan kualitas lebih baik. Sejauh ini, petani tebu perlunya pendampingan perihal kontur tanah, proses pemupukan, ketersediaan pupuk, serta biaya selama pemeliharaan hingga panen. "Maka dengan kredit dari Bank Jatim dan UMKM, bisa membiayai dirinya, kalau dia tidak punya lahan, bisa menyewa, sehingga dia bisa mendapatkan penghasilan," kata Mudhofi.

Penjabat (PJ) Bupati Tulungagung Heru Suseno menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Khofifah atas dukungan yang diberikan kepada petani tebu dan produsen gula di Kabupaten Tulungagung.

Penghasil Gula Tertinggi

Sementara itu, pada Tahun 2022, produksi gula kristal putih di Jawa Timur, mencapai 1.192.034 ton , dengan luas areal 218.373 hektare dan produktivitas 5,46 ton per hektare. Hal tersebut memberikan kontribusi terbesar secara nasional, dengan persentase 49,55 persen. Kondisi itu, menjadikan Jawa Timur menjadi Provinsi penghasil gula tertinggi di Indonesia.

Di samping menghasilkan gula kristal putih, tebu di Jatim, juga diproduksi menjadi gula merah sebanyak 79.512 ton, dengan luas areal 11.674 hektare dan produktivitas 6.811 kg per hektare. Produsen gula merah tersebar di Kabupaten Blitar, Jember, Jombang, Kediri, Lumajang, Madiun, dan Tulungagung. (SPnews/Teguh LR)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X