Antisipasi Ledakan Virus Omicron di Jatim

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Sabtu, 22 Januari 2022 | 13:08 WIB

Surabaya, suarapembaruan.news - Tren kenaikan kasus harian penyebaran kasus Covid-19 di Jawa Timur mulai terasa. Dalam tiga hari terkahir terpantau ada kenaikan tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang cukup signifikan.

Jika dirunut dua hari sebelumnya, tambahan kasus harian Covid-19 di Jatim adalah 49 orang, 44 orang, dan 14 orang. Hari hari sebelumnya tambahan kasus harian Jatim ada di angka 26 orang, 23 orang, 21 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur (Kadinkes Jatim), Erwin Ashta Triyono, mengatakan bahwa Jumat kemarin (21/1/2022) tambahan kasus baru covid-19 di Jatim mencapai 88 orang.

Dilihat dari tren tersebut, maka diakuinya ada tren kenaikan. Yang mengakibatkan saat ini di Jatim kasus aktif Covid-19 mencapai 249 orang. Dengan kasus varian omicron sebanyak delapan orang.

Dengan kondisi ini, secara khusus Erwin mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Ia menganjurkan masyarakat untuk menekan mobilitas, tidak keluar kota guna menekan potensi penularan Covid-19. “Trennya memang naik. Sebelumnya tambahan kasus harian 48 kasus, 44 kasus. Warga Jatim tidak boleh lengah, masker, mengurangi mobilitas, menjaga jarak, tidak boleh dilonggarkan,” katanya, Sabtu (22/1/2022).

Ia lebih lanjut menegaskan bahwa penanganan Covid-19 di Jatim terus digencarkan. Saat ini yang sedang fokus dilakukan adalah melakukan tracing.
Setiap yang terkonfirmasi positif terus dilakukan tracing. Sebab dengan tracing maka yang memiliki kontak erat akan terjangkau untuk testing. Dan kasus yang lain bisa terdeteksi. “Yang jelas kita sampaikan ke masyarakat bahwa mereka tetap harus mau ditracing. Kalau nggak mau ditracing, kalau dia positif bisa tidak bisa terketahui, tidak bisa diisolasi. Kita tegaskan tracing, positif, bukan aib,” tandasnya.

Diakui Erwin, masih saja ada orang yang memiliki kontak erat dengan yang terkonfirmasi positif namun menolak untuk dilakukan tracing dan testing.
“Justru tracing akan menempatkan mereka ke area yang aman, kita nyamankan, dan yang paling penting menurunkan risiko penularan ke yang lain,” ujarnya.

Ditambahkan, selain itu, guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Jatim, Erwin juga meminta pusat pusat keramaian seperti mall untuk kembali memaksimalkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi. Sebab saat ini penggunaan Peduli Lindungi di tempat-tempat keramaian tampak mulai longgar. Banyak yang masuk ke tempat tempat keramaian tidak dilakukan cek aplikasi Peduli Lindungi. Padahal hal itu menurutnya amat penting. (SPnews/Aries Sudiono)

 

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X