Bengkulu, suarapembaruan.news - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, akan mendukung kemandirian ekonomi eks napi teroris (Napiter) di Provinsi Bengkulu melalui skema pembiayaan terhadap badan usaha kelompok.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya deradikalisasi dan pemantapan nasionalisme terhadap para mantan napiter melalui penguatan ekonomi.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mesyah, dalam pertemuan dengan sejumlah mantan narapidana teroris di Balai Raya Semarak, Bengkulu, Jumat (21/2022).
Pertemuan dilaksanakan sebagai dukungan moril, dan sekaligus untuk menunjukkan tidak adanya sekat, pembeda, pengkerdilan serta pemarjinalan kepada para mantan narapidana teroris yang ada di Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, perjalanan hidup tidak selamanya berjalan mulus, ada saja jatuh bangunnya. Namun, pesan saya yang terpenting harus segera bangkit dan kembali ke jalan yang benar sesuai nilai kebangsaan, menjaga NKRI, dan menjaga semangat sebagai anak bangsa.
Pertemuan ini juga membahas beberapa usulan program dari para mantan napiter. Di antaranya membentuk koperasi sebagai badan usaha kelompok. Rencana usaha yang akan dijalankan serta masalah perlindungan sosial.
"Pemerintah provinsi Bengkulu akan mendampingi pendirian koperasi sebagai sebagai badan usaha kelompok. Kemudian juga dilanjutkan dengan pendampingan sosial yang berkelanjutan," tutur Gubernur Rohidin.
Muhammmad Amin, perwakilan dari mantan napiter menyampaikan ucapan terima kasih atas undangan Gubernur Rohidin Mersyah.
Melalui pertemuan ini dirinya yakin tidak ada lagi sekat antara mantan narapidana teroris dengan pemerintah dan masyarakat
"Kami sudah kembali pada masyarakat meninggalkan semua paham yang berseberangan atau radikal," ujar Muhammad Amin menambahkan.
Amin mengaku dirinya berterima kasih atas dukungan moril dan bantuan yang akan diberikan pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mendirikan unit usaha, sebagai jalan untuk mandiri dalam sisi ekonomi. Rencananya salah satu unit usaha yang akan didirikan kelompok ini adalah peternakan ayam potong.(SPnews/Usmin)