Gresik, suarapembaruan.news - Ratusan siswa SD sederajad di Kabupaten Gresik, Provinsi Jatim, usia 6-11 tahun, menjalani vaksinasi tahap pertama, Kamis (16/12). Mereka mengikuti rogram vaksinasi dengan gembira karena berharap bisa kebal virus Covid=-19 dan bisa segera mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM).
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani yang mengawal program itu menuturkan, vaksin untuk anak ini sangat ditunggu-tunggu. Sebab dengan mulainya PTM yang sebelumnya sempat berjalan kendati sempat sedikit menimbulkan rasa kuatir wali murid.
“Anak usia 6-11 tahun ini sudah divaksin, wali murid bisa lebih tenang. Selain itu, kalau mau pergi kemana-mana anak sudah bisa menunjukan sertifikat vaksin,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusna yang ikut mendampingi menyatakan ini adalah kick off pertama. Dimana, ada 7.131 siswa yang divaksin selama dua hari. “Di hari pertama ada 4.784 anak dan besok Jumat (17/12) ada 2.347 anak dari 14 lembaga sekolah,” ungkapnya. Ia menambahkan, total ada 122.335 anak. Pihaknya mengimbau agar para wali murid tidak perlu kuatir karena vaksin untuk anak sudah melakui kajian khusus.
“Yang menjadi perhatian vaksinasi anak ini bebarengan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Yakni imunisasi rutin satu tahun dua kali untuk anak usia SD untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus,” katanya. Terkait dengan itu lanjut dr Khusna, anak yang sedang mengikuti BIAS ditunda untuk vaksinasi covid-19. Yakni dengan rentang waktu empat minggu.
Salah satu siswa yang menjalani vaksinasi tersebut yaitu Mirna (9) yang bersekolah di SD NU. Dia mengaku sangat antusias mengikuti vaksinasi kali ini, karena selama ini hanya mendengar khabar vakinasi hanya untuk orang dewasa dari siaran televisi saja. Menurut dia, suntikan vaksin di lengan kirinya tidak sakit. “Kayak digigit semut merah,” ujarnya. (SPnews/Aries Sudiono)