Nenek Tuginem Relakan Tabungannya untuk Beli Ambulance Tolong Pasien Covid-19

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Selasa, 23 November 2021 | 08:55 WIB
Mbah Tuginem saat menyumbangkan satu unit mobil APV  untuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) wilayah Sewon Selatan. (Ist)
Mbah Tuginem saat menyumbangkan satu unit mobil APV untuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) wilayah Sewon Selatan. (Ist)

ADALAH seorang perempuan berumur 86 tahun asal, Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta yang disapa Mbah Tuginem, menyerahkan seluruh hasil panennya untuk membantu sesama. Tabungannya, sudah cukup untuk membeli sebuah mobil APV yang langsung dihibahkan untuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) wilayah Sewon Selatan.

Mobil APV itu, lantas menjadi aramda kedua AmbulanMU PCM Sewon Selatan. Ambulans ini akan dioperasikan oleh MCCC Sewon Selatan untuk melayani evakuasi pasien serta pemakaman jenazah Covid-19.

Dikisahkan kembali oleh Panewu (Camat) Sewon Bantul,  Sri Hartini, sosok Mbah Tuginem yang orang sederhana, begitu peduli dan mau berkorban untuk membantu pemerintah dalam menanggulani virus Covid-19.

“Saya bangga ada warga yang mau berkorban, di tenggah sikap apatis dan tindakan kontra produktif dengan menghembuskan isu negatif tentang Covid-19,  Mbah Tuginem ini ikhlas menyumbangkan hartanya dari panennya,” ujar Sri Hartini melalui lini media sosial milik Kecamatan Sewon.

Sri Hartini yang saat itu juga ikut meresmikan peluncuran armada AmbulanMU PCM Sewon Selatan, juga mengucap doa agar Mbah Tuginem agar selalu diberi kesehatan. Semoga simbah senantiasa dalam penjagaan Allah SWT, sehat terus dan dimudahkan semua urusannya. (Source: Panewu Sewon Sri Hartini)

Dari tabungan hasil panen, Mbah Tuginem memang berniat memberikan bantuan karena sering melihat keponakannya sibuk membuka warung dan menjalankan unit Lazismu dan karena ambulance menjadi kebutuhan yang mendesak saat penangganan Covid-19.

Mbah Tuginem pun memaparkan kalau dia mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, dari usaha dagang dan sawahnya.

Tinggal bersama keponakannya yakni  Fauzan (39) yang merupakan bendahara Lazismu Sewon Selatan, memang seluruh hidupnya diabdikan bagi kemanusiaan. Pernah juga keluarga Mbah Tuginem mewakafkan tanah untuk kepentingan umum.

Mbah Tuginem hanya miris, saat banyak pasien Covid-19 harus segera dilarikan ke rumah-sakit, namun harus menunggu kedatangan ambulance. Karena itu menurutnya, mobil seperti APV seharga Rp 110 juta, yang bisa dioperasionalkan menjadi ambulance, sangat tepat.

Tidak banyak lagi yang bisa diperbuat perempuan berusia 86 tahun ini selain mengontrol hasil panen dari sawahnya yang digarap orang lain, dan mendata hasilnya. Keseharian Mbah Tuginah hanya mendatangi warung di sebelah rumahnya, yang dikelola keponakannya. Untuk berjalan jauh pun sudah tidak kuat. Namun, armada ambulanMu MCCC Sewon Selatan itu telah menjadi bukti bahwa niat baik dan iklas tidak perlu dimulai dari yang besar. (SPnews/Fuska Sani Evani)

 

 

 

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X