Yogyakarta, suarapembaruan.news – Demi menghindari munculnya gelombang ketiga penularan virus Covid-19, akibat mobilitas masyarakat khususnya akhir tahun, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengusulkan agar Pemerintah Pusat memangkas libur dan cuti bersama akhir tahun 2021.
Menurut Kadarmanta, kebijakan serupa telah diterapkan pada 2020 lalu, yakni untuk mencegah potensi kerumunan saat perayaan malam pergantian tahun.
"Kalau perlu, pemerintah tidak menetapkan liburan yang berkesinambungan, untuk mencegah masyarakat berpergian. Intinya, jangan berpergian dari tanggal 26 sampai 31 Desember, sebab setiap orang pasti ingin berwisata karena ada kesempatan,” ujar Kadarmanta, Senin (25/10/2021).
Dengan memperhatikan analisa epidemiolog bahwa ancaman gelombang ketiga diprediksi akan teradi seiring dengan tingginya mobilitas warga antar daerah, maka menurut Sekda DIY, pembukaan destinasi wisata tidak bisa dijadikan alasan untuk membiarkan masyarakat tidak taat.
“Gelombang ketiga penularan Covid-19 bisa karena libur panjang, masyarakat dan pelaku usaha wajib mematuhi ketentuan dalam aturan PPKM berlevel. Sebab, meski angka terkonfirmasi positif Covid-19 telah melandai, masih ada potensi naik lagi,” ujarnya.
Bahkan pengelola wisata, meski sudah boleh buka hanya diijinkan membuka unuk 75 persen kapasitas. “Saya kira perlu kita usulkan ke Pusat, supaya hari libur panjang tidak terjadi. Membuat orang berpergian, dan daerah tujuan wisata juga kualahan," katanya.
Selain itu, Kadarmanta juga mengusulkan kepada Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menerbitkan larangan cuti dan berpergian di periode akhir tahun, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani menambahkan, untuk mengantisipasi gelombang tiga tidak bisa hanya dilakukan Dinas Kesehatan saja, tetapi juga seluruh pihak. Selain gencar melakukan vaksinasi, terutama bagi warga Kota Yogyakarta, kesiap-siagaan pemerintah di setiap kelurahan juga harus tetap dijaga.
“Vaksinasi, capaian sudah bagus, tetapi tetap ada yang belum, misalnya karena ada komorbid," katanya.
Dikatakan, Pemkot Yogyakarta menerapkan One Gate System, bertujuan untuk men-screening setiap pengunjung. Selain itu juga menerapkan swab acak kepada pengunjung Malioboro.
Dikatakan, secara umum kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta menurun siginifikan. Bahkan penambahan harian Covid-19 di bawah 10 kasus.
Sedang di Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan,
mengantisipasi gelombang ketiga penularan Covid-19, Dinkes sudah meminta Satgas penanggulangan Covid-19 tingkat Kapanewon maupun Kalurahan tetap aktif mengawal jalannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan di masyarakat.
“Tetap tidak boleh ada kerumunan, dan wajib disiplin 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak,” ujarnya.
Dikatakan, hingga saat ini, cakupan vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Sleman sudah mencapai 83.9 persen dan 60 persen dosis kedua.
Vaksinasi ini akan terus dikebut, dengan target rampung seratus persen dosis pertama di bulan November. (FSE)