Jayapura, SUARAPEMBARUAN - Ketua Adat La Pago Wilayah Kota Jayapura, Agus Rawa Kogoya, menyampaikan pandangannya terkait pemusnahan barang bukti berupa opset dan mahkota burung Cenderawasih oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua.
Agus menegaskan bahwa tindakan BBKSDA merupakan bagian dari penegakan hukum konservasi untuk mencegah perdagangan ilegal satwa dilindungi, khususnya burung Cenderawasih, yang menjadi kebanggaan Tanah Papua. “Kegiatan ini adalah upaya melindungi satwa endemik Papua. Kita harus mendukung langkah ini untuk menjaga kelestarian alam kita,” katanya, Rabu sore.
Ia mengajak masyarakat memahami tujuan pemusnahan tersebut, yang dilakukan demi menegakkan aturan dan melestarikan satwa dilindungi. Namun, Agus menyarankan agar ke depannya pemusnahan dilakukan dengan cara yang lebih edukatif dan menghormati nilai budaya yang melekat pada Cenderawasih. “Pemusnahan harus dilakukan secara bermartabat agar tetap selaras dengan nilai budaya kita,” ujarnya.
Agus juga mengimbau masyarakat Papua untuk tidak terpancing oleh informasi menyesatkan di media sosial terkait kegiatan ini. Ia mengajak semua pihak untuk tetap bijak dan menjaga kedamaian. “Jangan mudah terprovokasi. Mari kita wujudkan Papua yang aman dan damai,” tegasnya.
Sebagai penutup, Agus menegaskan komitmennya sebagai Ketua Adat La Pago untuk terus mendorong masyarakat menjaga situasi kondusif di seluruh wilayah Papua. “Mari bersama-sama menjaga Tanah Papua tetap aman, damai, dan harmonis,” tutupnya.