peristiwa

Viral Mobil MBG Diadang Siswa di Banyumas, Diduga Karena Distribusi Terlambat

Senin, 9 Maret 2026 | 19:55 WIB
Menyoroti insiden viral terkait penyaluran makan bergizi gratis (MBG) yang diduga terjadi di SMPN 2 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. (Instagram.com/@repostium)

 

Sokaraja, SUARA PEMBARUAN - Sebuah video yang memperlihatkan insiden dalam distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial. Rekaman tersebut menunjukkan sebuah mobil pengangkut paket makanan MBG diadang oleh sejumlah siswa di depan sekolah.

Peristiwa itu diduga terjadi di SMP Negeri 2 Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @pantau.mbg pada Senin (9/3/2026).

Dalam unggahan itu terlihat kendaraan yang membawa paket MBG berusaha memasuki area sekolah, namun dihadang oleh sejumlah siswa yang berada di depan gerbang. Petugas sekolah juga tampak berusaha mengatur situasi agar mobil tersebut dapat masuk ke lingkungan sekolah.

Dalam keterangan unggahan disebutkan bahwa mobil distribusi makanan itu sempat ditolak masuk karena datang terlambat dari jadwal yang telah ditetapkan pihak sekolah.

“Mobil MBG ditolak masuk ke SMP Negeri 2 Sokaraja karena telat distribusi,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Berdasarkan penelusuran, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (6/3/2026) di area depan sekolah. Rekaman video yang beredar diduga diambil oleh warga dari seberang jalan yang berada di depan sekolah.

Dalam unggahan yang sama juga disebutkan bahwa sejumlah wali murid turut menyampaikan keluhan terkait keterlambatan distribusi makanan tersebut.

Keterlambatan mobil pengangkut paket MBG dilaporkan membuat para siswa harus menunggu cukup lama di sekolah sebelum menerima makanan yang dibagikan.

Beberapa orang tua siswa bahkan mengaku anak-anak mereka sempat diminta menunggu di sekolah hingga paket makanan tiba.

“Keterlambatan tersebut membuat para siswa harus menunggu cukup lama di sekolah,” tulis unggahan tersebut.

Situasi itu disebut memicu kekecewaan dari sebagian wali murid, terutama karena siswa belum diperbolehkan pulang sebelum paket MBG didistribusikan.

Selain soal keterlambatan, isi menu MBG yang dibagikan juga menjadi perbincangan. Salah seorang warga setempat menilai menu yang diterima siswa belum sebanding dengan nilai anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp10.000 per porsi.

Menu yang dibagikan saat itu disebut terdiri dari bakpao, telur rebus, dan pisang.

Halaman:

Tags

Terkini