peristiwa

Evakuasi Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Terus Berlangsung, 10 Meninggal dan 103 Selamat

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 06:35 WIB
Tim SAR masih melakukan proses evakuasi korban Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo. (Instagram/kantorsar_semarang)

Sidoarjo, SUARA PEMBARUAN – Proses pencarian korban ambruknya bangunan musala tiga lantai Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo masih terus dilakukan. Insiden tragis itu terjadi pada Senin, 29 September 2025, ketika para santri tengah melaksanakan salat Ashar.

Sejak Kamis siang, 2 Oktober 2025, upaya evakuasi mulai dibantu alat berat. Crane digunakan untuk mengangkat puing-puing besar, sementara excavator breaker diturunkan untuk memecah beton sehingga tim SAR dapat menjangkau titik-titik yang diperkirakan masih ada korban.

Jumlah Korban: 10 Meninggal, 103 Selamat

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyampaikan bahwa hingga Jumat, 3 Oktober 2025, tim berhasil mengevakuasi lima jenazah tambahan. Dengan demikian, total korban mencapai 113 orang, terdiri dari 10 korban meninggal dunia dan 103 orang selamat.

Meski demikian, identitas para korban meninggal masih menunggu proses verifikasi. “Nama-namanya belum bisa dipastikan, menunggu hasil identifikasi,” ujar Nanang.

Estimasi Waktu Evakuasi

Nanang memperkirakan bahwa proses evakuasi saat ini baru mencapai 50 persen. “Jika melihat kondisi lapangan, kemungkinan baru bisa selesai pada Sabtu sore atau Minggu,” jelasnya.

Ia menambahkan, evakuasi dilakukan secara bertahap. Jika ditemukan korban pada titik yang memungkinkan, meski dalam kondisi terjepit, proses penyelamatan tetap akan dijalankan dengan hati-hati.

Menurut Nanang, strategi evakuasi kini berbeda dengan saat pertama kejadian. Pada tahap awal, fokus tim SAR adalah menolong korban yang masih hidup di bawah reruntuhan dengan ruang sempit hanya beberapa sentimeter. Saat itu, evakuasi dilakukan manual untuk menghindari runtuhan susulan, bahkan bantuan berupa oksigen dan minuman diberikan langsung kepada korban.

Periode krusial ini berlangsung selama 3x24 jam, yang dikenal sebagai golden time. Setelah fase tersebut berakhir, alat berat mulai digunakan agar pembongkaran lebih cepat dan aman. “Dengan peralatan besar, pembobolan puing bisa dilakukan lebih efektif tanpa harus merangkak ke dalam,” terang Nanang.

Diduga Masih Ada 55 Korban Terjebak

Meski sebagian besar korban telah ditemukan, diperkirakan masih ada sekitar 55 orang yang terperangkap di bawah reruntuhan.

Jenazah korban yang sudah dievakuasi dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim. Sebanyak 150 tenaga medis disiagakan, termasuk fasilitas cold storage untuk mempercepat identifikasi.

Tags

Terkini