Niat Bantu Pengendara, Pelajar SMK di Tegal Terseret Banjir hingga Ditemukan Meninggal

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 09:36 WIB
Korban Ajun Arman Permadi saat membantu pengendara motor sebelum terseret banjir di Bojong, Tegal. (Instagram/tegalhariini_)
Korban Ajun Arman Permadi saat membantu pengendara motor sebelum terseret banjir di Bojong, Tegal. (Instagram/tegalhariini_)


Tegal, SUARA PEMBARUAN - Seorang pelajar SMK di Kabupaten Tegal, Ajun Arman Permadi, menjadi sorotan publik setelah aksi kepeduliannya terhadap pengendara lain berujung duka. Ia terseret arus banjir besar di Jalan Bojong–Guci pada Rabu sore, 4 Februari 2026.

Peristiwa tersebut viral di media sosial usai video kejadian diunggah akun Instagram @tegalhariini_. Dalam rekaman terlihat derasnya hujan yang mengguyur Kecamatan Bojong hingga membuat jalan raya tergenang air dengan arus cukup kuat.

Saat itu, Ajun yang mengenakan jas hujan putih terlihat mengendarai sepeda motor matik merah. Di sekitarnya, sejumlah kendaraan tampak berhenti karena kondisi jalan berbahaya.

Korban sempat berusaha menepi, namun derasnya arus air tiba-tiba menghantam motornya. Ia kehilangan keseimbangan, terjatuh, lalu terseret arus hingga masuk ke selokan.

Teman korban mengungkapkan bahwa mereka awalnya hendak mengambil tugas sekolah. Namun Ajun disebut berinisiatif membantu pengendara lain yang kesulitan melintas di tengah banjir.

Saat mencoba menolong, arus air justru semakin kuat dan menyeret tubuhnya. Rekannya sempat berusaha menarik, tetapi gagal karena derasnya aliran air.

Ajun dilaporkan hilang sejak sore hari dan proses pencarian dilakukan hingga malam. Keesokan harinya, Kamis, 5 Februari 2026, tim SAR akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah ditemukan tersangkut di Sungai Gung, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, sebelum dievakuasi oleh petugas.

Kisah Ajun pun menuai simpati luas dari warganet. Banyak yang menyebutnya sebagai aksi heroik seorang pelajar yang rela menolong orang lain di tengah situasi berbahaya, meski harus kehilangan nyawanya.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X