Komitmen tersebut berjalan seiring dengan pengalaman profesional Yuli yang cukup panjang. Ia mengawali karier sebagai guru di SMK 2 Blora pada 1995 hingga 2001, kemudian melanjutkan pengabdian sebagai guru di SMK 1 Kudus pada 2001 hingga 2010. Setelah itu, ia menjadi pengawas SMK Kabupaten Kudus pada 2010–2016 dan sejak 2017 menjalankan tugas sebagai pengawas SMK pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah.
Di luar tugas pengawasan, Yuli juga aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan pendidikan vokasi. Sejak 2010, ia menjadi pendamping SMK binaan Djarum Foundation di Kudus. Tugas tersebut mencakup pengembangan sumber daya manusia guru dan kepala sekolah, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi dan tindak lanjut.
Sejak 2017, Yuli juga tercatat sebagai narasumber dan pendamping implementasi kurikulum di SMK, baik di Jawa Tengah maupun sejumlah provinsi lain, antara lain Bengkulu, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Utara. Ia juga menjadi Tim Pengembang Kurikulum SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan sejak 2018 terlibat dalam Tim Pengembang Kurikulum SMK tingkat Kementerian Pendidikan.
Pengalamannya dalam bidang pengawasan turut membawanya menjadi bagian dari Tim Pengajar atau Master Trainer calon pengawas sekolah dan kepala sekolah pada Lembaga Pemberdayaan Pengawas dan Kepala Sekolah (LPPKS) pada 2011–2017. Pada 2011–2016, ia juga dipercaya menjadi PIC kerja sama antara Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kudus dengan Djarum Foundation dalam program peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan kejuruan.
Pengawas SMK Berprestasi
Dedikasinya memperoleh pengakuan melalui sejumlah prestasi. Pada 2017, Yuli meraih penghargaan sebagai Pengawas SMK Berprestasi peringkat pertama tingkat nasional dan juga peringkat pertama tingkat Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun yang sama, ia meraih peringkat pertama nasional dalam Penulisan Best Practice Kepengawasan.
Latar belakang pendidikannya mendukung perjalanan panjang tersebut. Yuli menyelesaikan pendidikan S1 Tata Niaga di IKIP Semarang pada 1993, kemudian meraih gelar S2 Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Semarang pada 2008. Pendidikan akademiknya berlanjut hingga jenjang doktoral bidang Manajemen Pendidikan di UNNES yang diselesaikannya pada 2016.
Kini, Yuli Rifiani dikenal sebagai pengawas SMK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah yang aktif mendorong penguatan pendidikan vokasi melalui kolaborasi dengan sekolah, pemerintah, dan industri. Pengalamannya mendampingi SMK di Kudus menunjukkan bahwa peningkatan mutu sekolah tidak cukup dilakukan melalui pembinaan internal, tetapi membutuhkan hubungan yang kuat dengan dunia kerja.
Bagi Yuli, cita-cita menjadikan SMK di Kabupaten Kudus sebagai percontohan di tingkat Indonesia bukan sekadar target institusional. Lebih dari itu, ia ingin pengalaman yang dibangun bersama sekolah dan mitra industri dapat menjadi praktik baik yang menginspirasi pengawas lainnya. Pendidikan vokasi, menurut semangat yang terus ia bawa, harus mampu menjembatani sekolah dengan dunia kerja sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi peserta didik untuk membangun masa depan.