pendidikan

Mahasiswa Undip Dorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Desa Tieng

Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:22 WIB
Mahasiswa Universitas Diponegoro yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, menggelar Program Multidisiplin 1.3 (Ist)

Wonosobo, SUARA PEMBARUAN – Mahasiswa Universitas Diponegoro yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, menggelar Program Multidisiplin 1.3 dengan tema Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program ini berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2026 dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak usia dini, siswa sekolah dasar, anggota PKK, kader Posyandu, hingga masyarakat umum. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan sekaligus kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Rangkaian kegiatan mahasiswa Undip ini menjadi bentuk nyata kontribusi akademisi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Bermutu, SDG 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak, serta SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Program dilaksanakan secara bertahap dengan pendekatan edukasi dan praktik langsung agar masyarakat dapat memahami sekaligus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam keseharian.

Kegiatan pertama digelar di RA Al-Fallah pada 27–28 Juli 2026. Mahasiswa memberikan edukasi tentang pemilahan sampah organik dan anorganik sebagai langkah awal menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak usia dini. Edukasi dilanjutkan dengan pengenalan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai kebiasaan sederhana yang efektif mencegah penularan penyakit. Anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak praktik mencuci tangan dengan langkah yang benar serta memperoleh pengetahuan tentang pentingnya menjaga kebersihan kuku.

Program berlanjut di SD Ma’arif Tieng pada 29–31 Juli 2026 dengan materi yang disesuaikan berdasarkan jenjang kelas. Siswa kelas I dan II mendapatkan edukasi sekaligus praktik CTPS, sementara kelas III dan IV memperoleh materi tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar. Untuk kelas V dan VI, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pencegahan penyakit diare dan scabies, menekankan hubungan antara kebersihan diri, kebersihan lingkungan, dan risiko penularan penyakit. Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa melantik Duta PHBS dari kalangan siswa yang menunjukkan kedisiplinan dan antusiasme selama kegiatan, agar dapat menjadi teladan bagi teman-temannya.

Tidak hanya di sekolah, program juga menyasar rumah tangga. Pada 25 Juli serta 4–7 Agustus 2026, mahasiswa melibatkan anggota PKK, kader Posyandu, dan masyarakat Desa Tieng dalam kegiatan edukasi rumah sehat dan bersih. Salah satu praktik yang diperkenalkan adalah pembuatan dehumidifier sederhana menggunakan kalsium klorida dan garam dapur. Inovasi ini bertujuan membantu masyarakat mengurangi kelembapan di dalam rumah, yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan penghuni. Melalui praktik langsung, warga diajak memahami cara sederhana menjaga kondisi lingkungan tempat tinggal agar lebih sehat.

Rangkaian kegiatan tersebut menegaskan bahwa penerapan PHBS tidak hanya berkaitan dengan kebersihan individu, tetapi juga mencakup kebersihan lingkungan, kesehatan keluarga, serta kesadaran kolektif masyarakat dalam mencegah penyakit. Edukasi yang diberikan kepada anak-anak hingga masyarakat dewasa mendukung SDG 4 melalui penyampaian pengetahuan aplikatif yang dapat diterapkan sehari-hari. Edukasi CTPS, kebersihan diri, dan rumah sehat juga mendukung SDG 6 karena berkaitan dengan penerapan higiene dan sanitasi yang baik. Sementara itu, edukasi pemilahan sampah sejak usia dini menjadi kontribusi terhadap SDG 12 dengan membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Mahasiswa Undip berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Tieng. Keterlibatan sekolah, keluarga, kader Posyandu, PKK, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat bersama-sama. Dengan menggabungkan edukasi, praktik langsung, serta keterlibatan berbagai kelompok masyarakat, Program Multidisiplin 1.3 diharapkan memberikan dampak nyata dalam menciptakan lingkungan Desa Tieng yang lebih bersih, sehat, dan nyaman sekaligus mendukung pencapaian SDGs 3, 4, 6, dan 12.

 

Tags

Terkini

Tim Unsoed Kenalkan Pelet Ikan Berbasis Magot

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:44 WIB