pendidikan

Pemerintah Mengapresiasi Hasil Kerja Mahasiswa KKN Universitas Buana Perjuangan di Desa Maradekaya

Senin, 3 Agustus 2026 | 13:16 WIB
Sebelum mengakhiri pengabdiannya di Desa Maradekaya, Andi Dian foto bersama Kepala Sekolah, guru-guru dan siswa. (Ist)

“Terima kasih Kak, telah mengajari kami soal lingkungan”

GOWA - SUARA PEMBARUAN – Siswa-siswi di Sekolah Dasar (SD) Inpres Pare’-Pare’ di Desa Maradekaya, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, bak memendam kesedihan, tat kala seorang mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 dari Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, Jawa Barat, akan meninggalkan desa itu.

Andi Dian Anggreni, mahasiswa jurusan Psikologi UBP, melakukan KKN seorang diri di desa yang terletak sekira 25 Km dari Kota Makassar itu, dan memulai masa pengabdiannya sejak 8 Juli di SD Inpres Pare’-Pare’ hingga 8 Agustus 2026.

Melalui program KKN yang dikoordinir Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBP, Andi Dian Anggreni berbagi pengetahuan dengan siswa-siswi SD Inpres Pare’-Pare’, mengangkat Tema KKN, "Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan Berkelanjutan."

Awal kehadiranya di sekolah tersebut, wanita Bugis itu langsung diterima secara terbuka oleh kepala sekolah, guru dan para siswa. Penampilannya yang sederhana dan supel, menjadi modal utama Dian berinteraksi membawa misinya. Respon masyarakat, para pengajar, bahkan orang tua siswa, kian menambah semangat Dian untuk selalu berada diantara siswa-siswi itu.

Para siswa senang mengikuti kegiatan yang diarahkan Dian dalam suasana santai dan penuh keakraban, bercanda dengan siswa hingga terkesan hubungan emosional mereka menyatu seperti kakak dan adik, mengajari tentang lingkungan, mengelola sampah hingga membuat lingkungan sekolah menjadi bersih dan rapih.

Kesan mendalam disampaikan Ridha Wahdana,S.Pd, Guru Kelas 6 (enam). Menurutnya, dia sangat senang melihat antusiasme siswa-siswi kelas 6 saat mengikuti praktik pengelolaan sampah bersama kakak mahasiswa KKN.

“Biasanya anak-anak cepat merasa bosan jika hanya belajar teori, tetapi karena cara mengajarnya seru dan interaktif, mereka justru sangat bersemangat saat diajari memilah sampah organik dan anorganik,” ujarnya Senin (3/8/2026).

Sekarang, kata dia, di kelas kami tidak perlu lagi berulang kali mengingatkan. Anak-anak secara mandiri langsung membuang dan memilah sampah sesuai jenisnya. “Pendampingannya betul-betul terasa dampaknya walau ia bergerak sendiri. Terima kasih banyak dan sukses terus untuk studinya!" pesannya kepada Dian.

Semangat Baru

Kepala SD Inpres Pare'-Pare', Hj. Ratnah, S.Pd, menilai apa yang dilakukan Andi Dian Anggreni ini adalah sesuatu yang luar biasa, pengabdiannya untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dilakukan seorang diri, tidak sebiasanya mahasiswa KKN lainnya yang bekerja secara berombongan.

"Luar biasa sekali program yang dibawakan oleh adik mahasiswa KKN ini. Walaupun berjuang sendiri, beliau betul-betul membawa semangat baru dalam mengedukasi anak-anak kami mengenai pentingnya pengelolaan sampah,” jelasnya.

Sekarang lingkungan sekolah menjadi jauh lebih bersih dan anak-anak semakin disiplin membuang sampah pada tempatnya. Dampak positif seperti ini tentu tidak berhenti di sekolah saja, tetapi juga akan terbawa hingga ke rumah mereka masing-masing. “Terima kasih banyak atas dedikasinya, sukses selalu dan semoga ilmu yang dibagikan menjadi keberkahan yang terus mengalir,” ucapnya.

Sederhana Namun Efektif

Halaman:

Terkini

Tim Unsoed Kenalkan Pelet Ikan Berbasis Magot

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:44 WIB