GOWA - SUARA PEMBARUAN - Andi Dian Anggreni, mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, satu-satunya mahasiswa perguruan tinggi asal Jawa Barat yang mengabdikan diri di Desa Maradekaya, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026 yang dikoordinir Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Andi Dian mulai berbagai pengetahuan dengan siswa-siswa Sekolah Dasar (SD) Inpres Pare-Pare di Desa Maradekaya, mulai 8 Juli lalu hingga 8 Agustus.
LPPM mengarahkan pengabdian mahasiswanya untuk mencapai Sustainable Development Goal (SDGs), khususnya SDGs Desa dengan mengangkat Tema KKN, "Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan Berkelanjutan."
Jauh dari Kampus UBP di Jl.HS. Ronggowaluyo, Teluk Jambe Timur, Karawang, Andi Dian menjadi orang pertama yang membawa nama UBP untuk mengabdi di Sulsel, khususnya ke Kabupaten Gowa yang jaraknya sekira 20 Km dari Makassar, pusat kota provinsi Sulsel.
KKN ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Program ini dilatarbelakangi lingkungan sekolah yang bersih dan sehat merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang kenyamanan proses belajar mengajar. Menurut Andi Dian Anggreni kepada wartawan Suara Pembaruan.news yang menemuinya di Makassar, Kamis (30/7/2026), kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dini sangat perlu ditanamkan kepada siswa, guru, hingga seluruh warga sekolah agar tercipta kesadaran dan budaya peduli lingkungan.
Oleh karena itu, kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan berkelanjutan ini dilaksanakan untuk memberikan edukasi serta membentuk sistem pengelolaan sampah yang sederhana, sistematis, dan dapat diteruskan secara mandiri di SD Inpres Pare-Pare yang dipimpin Hj. Ratnah. S.Pd.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi pengelolaan sampah berbasis lingkungan berkelanjutan kepada siswa dan warga sekolah, menumbuhkan kesadaran serta kebiasaan memilah sampah sejak dini, mengurangi volume sampah, mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dansehat, serta membentuk sistem pengelolaan sampah yang dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan di SD Inpres Pare-Pare.
Berkaitan dengan upaya tersebut, selama KKN, Andi Dian Anggreni membuat program yakni : Sosialisasi dan Penyuluhan. Penyediaan Sarana Pemilahan Sampah. Praktik Pemilahan Sampah Rutin. Pembentukan Bank Sampah Sekolah. Pelatihan Kreasi Barang Bekas. Gerakan Pengurangan Sampah Plastik.
Kegiatan edukasi pengelolaan sampah itu berbasis lingkungan berkelanjutan di SD Inpres Pare-Pare dan telah terlaksana melalui sosialisasi, penyediaan sarana pemilahan, praktik rutin, pembentukan bank sampah, pelatihan kreasi barang bekas, serta gerakan pengurangan sampah plastik. Seluruh program berjalan dengan dukungan aktif siswa, guru, dan warga sekolah,sehingga mampu menumbuhkan kesadaran serta kebiasaan peduli lingkungan yang positif.
Andi Dian Anggreni berharap, pengelolaan sampah yang telah terbentuk dapat terus berjalan secara mandiri dan berkelanjutan setelah kegiatan selesai, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang bersih sehat dan nyaman. (*)