Test Drive VW GTI 2025 Nyaris Berujung Petaka, Gara-Gara Kondisi Tak Terduga Sopir

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 11 Agustus 2025 | 07:36 WIB
Ilustrasi test drive mobil yang kerap menjadi momen menyenangkan bagi calon pembeli. (Unsplash.com/ZakariaZayane)
Ilustrasi test drive mobil yang kerap menjadi momen menyenangkan bagi calon pembeli. (Unsplash.com/ZakariaZayane)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Bagi banyak calon pembeli, test drive adalah momen menyenangkan untuk merasakan performa mobil impian. Namun, bagi seorang mantan tenaga penjual di dealer Volkswagen (VW), pengalaman itu pernah berubah menjadi peristiwa menegangkan yang hampir berakhir bencana.

Ia mengisahkan ketika sepasang suami istri asal Jerman datang untuk mencoba VW GTI terbaru tahun 2025. Sang suami, yang disebut sebagai Mr. Schumacher, meminta uji performa di jalan tol—permintaan yang dianggap wajar. Awalnya, perjalanan lancar dengan kecepatan sekitar 70 mil per jam di jalan yang sepi.

Masalah muncul saat perjalanan pulang. Mr. Schumacher ingin menambah kecepatan dan sang penjual mengizinkannya. Dalam hitungan menit, laju mobil menembus 90 mil per jam. Mendekati lampu merah, penjual meminta untuk mengurangi kecepatan, namun Mr. Schumacher justru tertawa, sementara sang istri panik memintanya melambat.

Lampu merah tak dihiraukan, mobil melintas dengan kecepatan hampir 160 km/jam dan nyaris menabrak kendaraan dari arah berlawanan. Sang penjual langsung memerintahkan berhenti dan menghentikan test drive. Barulah sang istri mengungkapkan bahwa suaminya menderita diabetes dan sedang mengalami penurunan kadar gula darah—informasi penting yang seharusnya disampaikan sebelum perjalanan dimulai.

Meski insiden itu dramatis, penjual tersebut menegaskan sebagian besar test drive berjalan normal. Namun, ia mengamati fenomena menarik: begitu duduk di mobil baru, sebagian orang tampak lupa keterampilan dasar mengemudi.

Ia mencontohkan ada calon pembeli yang salah menginjak pedal, salah belok, bahkan bingung membedakan arah kiri dan kanan. “Pernah, seorang perempuan muda diminta belok kanan di lampu merah, tetapi justru memutar setir ke kiri dan memotong tiga lajur sekaligus. Untung tidak terjadi tabrakan,” ujarnya.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Stiletto Dagger Kreatifitas Tanpa Batas Kromworks

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 21:55 WIB
X