Jerez, Suara Pembaruan – Pebalap Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencuri perhatian di pentas Moto3 usai meraih finis keenam dalam balapan Moto3 Spanyol 2026 yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Minggu (26/4/2026). Start dari posisi ke-17, Veda sukses melakukan aksi comeback luar biasa dengan naik 11 peringkat dan bahkan disebut memecahkan rekor top speed lintasan sepanjang akhir pekan itu.
Di sisi lain, dua rival yang sebelumnya disebut-sebut sebagai pesaing berat Veda harus mengakui keunggulan pembalap muda asal Gunungkidul tersebut. Baik Brian Uriarte, pebalap tuan rumah yang start dari baris depan, maupun Hakim Danish Ramli, pebalap Malaysia yang start dari posisi ke-10, sama-sama gagal membendung laju Veda dan bahkan harus puas finis di belakang pebalap Indonesia itu.
Brian Uriarte Frustrasi, Start Buruk Jadi Bumerang
Brian Uriarte, pebalap Red Bull KTM Ajo yang berlaga di kandang sendiri, sebenarnya memiliki modal besar. Ia memulai balapan dari posisi kelima, didukung penuh oleh ribuan penggemar di trek yang dijuluki "taman bermain" pribadinya. Namun, harapan untuk naik podium sirna setelah ia melakukan kesalahan di momen krusial.
"Balapan hari ini berlangsung cukup sulit," ungkap Uriarte dalam wawancara usai balapan, dikutip dari laman resmi KTM Ajo. "Start yang kami lakukan tidak terlalu baik... Hal tersebut memberikan efek kepada saya sepanjang balapan," jelasnya.
Alih-alih merangsek ke barisan depan, Uriarte justru terjebak dalam duel sengit di rombongan tengah. Ia pun harus puas finis di posisi ke-11, tertinggal lima peringkat dari Veda yang start dari posisi buncit. Satu-satunya keberhasilan Uriarte mengungguli Veda musim ini terjadi ketika pebalap Indonesia itu terjatuh di seri Amerika Serikat.
"Saya terpaku di grup tengah, dan pertarungan berlangsung dari awal sampai finis," kata Uriarte. "Saya bisa menikmati balapan di depan banyak penggemar, tetapi kami berharap bisa lebih dekat sejak awal agar semuanya lebih mudah. Kami banyak belajar, seperti biasa, dan tetap mencetak poin untuk klasemen," sambungnya.
Hakim Danish Terkendala Tikungan Cepat
Sementara itu, Hakim Danish, yang turun bersama tim AEON Credit-MT Helmets-MSI, juga mengakui kesulitannya di sirkuit sepanjang 4,4 kilometer tersebut. Pebalap Malaysia itu start dari posisi ke-10, sempat naik ke peringkat delapan di lap awal, namun kemudian melorot dan harus finis di posisi ke-13.
"Saya agak bergelut di selekoh laju dan banyak kehilangan masa di situ. Itu antara perkara utama yang perlu saya perbaiki," ujar Hakim Danish dikutip dari Berita Harian.
Pebalap berusia 18 tahun itu juga mengakui kesulitan mengikuti kecepatan rombongan depan yang tampil begitu konsisten. Ia mengaku sempat disalip oleh Veda di lap ketiga, sebuah momen yang menandai dominasi pebalap Indonesia atas dirinya sepanjang balapan.
"Saya berhasil berada di kelompok depan, tetapi kemudian saya disalip lagi. Kecepatan mereka sangat kuat dan saya mencoba mengejar sebisa mungkin," katanya. "Mengenai penyesuaian motor, saya pikir masih ada ruang untuk perbaikan. Dari segi tekanan, saya tidak menghadapi masalah apa pun," tambahnya.
Peluang memperbaiki catatan waktu di tikungan cepat itu akan coba dibuktikan Hakim pada seri kelima Moto3 2026 di Sirkuit Le Mans, Prancis, yang akan berlangsung dua pekan lagi.
Veda Ega Pratama Tampil Gemilang
Artikel Terkait
Diduga Keracunan MBG di Anambas, 155 Siswa Dirawat, Operasional SPPG Air Asuk Dihentikan
33.625 Pelajar Keracunan MBG, Target 3000 Porsi per SPPG Dinilai Tidak Masuk Akal
Melesat dari Posisi 17 Kiandra Ramadhipa Sukses Kumandangkan Indonesia Raya Sirkuit Jerez
Para Pengamat Kompak Soroti Veda Ega Pratama: Manajemen Balapan Matang, Tapi Gaya 'Gaspol' Bawa Risiko Tinggi
Pemprov Bengkulu Luncurkan Pemutihan Pajak Kendaraan, Bayar Tepat Waktu Berhadiah
Pemimpin Redaksi Papua Bersatu Deklarasikan Forum Pimred
Wakil Ketua DPR RI Pastikan Potongan Aplikator Ojol Turun Menjadi 8 Persen