nasional

Jalan Sehat HUT RI di Semarang Makin Meriah, PGN Kenalkan Jargas ke Ribuan Warga

Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:02 WIB
Ribuan warga Semarang ikut jalan sehat HUT RI, PGN manfaatkan momen ini untuk edukasi jargas yang aman, praktis, dan hemat.

 



Semarang, SUARA PEMBARUAN – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Semarang berlangsung semakin semarak. Ribuan warga memadati kegiatan jalan sehat, senam bersama, hingga festival UMKM yang sekaligus menjadi ajang edukasi penggunaan jaringan gas (jargas) PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN melalui program Gempita GasKita 2026, Minggu (23/8/2026).

Antusiasme masyarakat terlihat di tiga lokasi, yakni Kelurahan Miroto, RW 15 Kampung Parang Baris, serta RW 21 Tlogosari Kulon. Selain memperkuat kebersamaan, kegiatan ini dimanfaatkan PGN untuk mengenalkan gas bumi sebagai energi rumah tangga yang dinilai lebih aman, praktis, dan efisien.

Di Kelurahan Miroto, sekitar 650 warga mengikuti rangkaian jalan sehat yang juga menghadirkan bazar UMKM serta layanan kesehatan gratis. Dalam kesempatan itu, PGN memberikan edukasi mengenai manfaat jargas sekaligus berbagi informasi seputar layanan bagi pelanggan.

Edukasi serupa berlanjut di Kampung Parang Baris, RW 15 Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan. Ratusan warga yang mengikuti jalan sehat dan senam bersama mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan jargas yang aman, langkah mitigasi jika terjadi kebocoran, hingga pemanfaatan aplikasi PGN Mobile, termasuk fitur Catat Meter Mandiri (CMM).

Sebagai pelanggan pertama di wilayah itu, Dudi mengaku biaya memasaknya turun menjadi sekitar Rp190 ribu per bulan dari sebelumnya sekitar Rp250 ribu saat masih menggunakan LPG. Menurutnya, pasokan gas melalui jaringan juga menjadi keuntungan bagi pelaku UMKM rumahan.

Puncak kemeriahan berlangsung di RW 21 Tlogosari Kulon yang diikuti sekitar 1.200 peserta. Ketua RW 21 Karsono menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat solidaritas warga dari RT 01 hingga RT 10.

Dalam kegiatan itu, PGN kembali memberikan sosialisasi mengenai sistem pembayaran, keamanan instalasi, serta keuntungan penggunaan gas bumi bagi rumah tangga maupun usaha kecil.

Salah seorang pelanggan, Parman, mengaku telah beralih dari LPG 3 kilogram ke jargas sekitar enam bulan lalu. Ia mengatakan biaya bulanannya rata-rata hanya sekitar Rp100 ribu, tergantung tingkat pemakaian.

Manfaat jargas juga dirasakan Masjid Miftahul Huda di RT 04/RW 21. Menurut Prayitno, gas bumi digunakan untuk memasak dalam program Jumat Berkah maupun kegiatan keagamaan lainnya yang dapat menghasilkan hingga 200 porsi makanan, dengan biaya sekitar Rp160 ribu per bulan.

Karsono menambahkan sekitar 80 persen warga RW 21 kini telah memanfaatkan jargas PGN. Meski demikian, edukasi tetap diperlukan agar masyarakat semakin memahami proses pemasangan, aspek keamanan, hingga mekanisme pembayaran.

Kolaborasi antara warga dan PGN dalam perayaan HUT RI ini menunjukkan bahwa momentum kebersamaan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperluas pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan energi gas bumi yang aman, praktis, dan hemat.*

 

Tags

Terkini