nasional

Ekonomi Indonesia Hadapi Berbagai Tekanan Eksternal dan Internal

Senin, 3 Agustus 2026 | 16:17 WIB
Jusuf Kalla saat membuka Rapat Kerja dan Konsolidasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) ke-XXXV di Hotel Claro Makassar, Senin (3/8/2026). (Ist)

Jusuf Kalla: Ketahanan Ekonomi Bergantung pada Sinergi Pemerintah, Pengusaha, dan Masyarakat

MAKASSAR — SUARA PEMBARUAN - Ekonomi Indonesia saat ini menghadapi berbagai tekanan, baik dari faktor eksternal maupun internal. Dari sisi global, konflik internasional seperti perang di Timur Tengah dan Ukraina berdampak terhadap kenaikan harga energi, biaya produksi, serta persaingan ekonomi yang semakin ketat, termasuk dengan Tiongkok.

“Pengaruh ekonomi dunia tidak bisa kita hindari. Harga minyak naik, ongkos naik, ekspor bisa turun,” ungkap JK.

Hal itu dikemukakan Jusuf Kalla saat membuka Rapat Kerja dan Konsolidasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) ke-XXXV di Hotel Claro Makassar, Senin (3/8/2026).

Sebelumnya, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, itu menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.

Menurut JK, negara yang ingin maju harus memiliki tiga komponen utama yang saling mendukung, yakni pemerintahan yang baik, pengusaha yang produktif, serta masyarakat yang aktif sebagai konsumen sekaligus produsen.

“Suatu negara yang ingin maju selalu mempunyai tiga hal pokok yang menjadi penunjang ekonomi bangsa. Pertama pemerintah, kedua pengusaha, dan ketiga masyarakat,” ujar JK.

JK menjelaskan, pemerintah memiliki peran dalam menciptakan regulasi yang baik, membangun infrastruktur, serta menyediakan layanan publik yang efektif. Sementara pengusaha berperan menciptakan lapangan kerja, membangun industri, dan memberikan kontribusi melalui pembayaran pajak.

“Yang membangun ekonomi adalah para pengusaha, karena pengusaha membuka lapangan pekerjaan, menciptakan industri, mempekerjakan banyak orang, dan membayar pajak,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara peran pemerintah dan mekanisme pasar. Menurutnya, perkembangan ekonomi dunia menunjukkan adanya perubahan pola, dari dominasi pasar bebas menuju peran negara yang kembali lebih kuat.

JK mencontohkan sejumlah negara yang menerapkan kombinasi sistem ekonomi dan pemerintahan berbeda. Menurutnya, keberhasilan ekonomi sangat bergantung pada keseimbangan antara kebijakan pemerintah dan aktivitas dunia usaha.

“Yang penting adalah keseimbangan antara pemerintah dan dunia usaha,” jelasnya.

Tantangan Ekonomi Indonesia

 

Halaman:

Terkini