nasional

Kolaborasi Empat Kampus Hadirkan Air Bersih dan Layanan Kesehatan Hewan di Fatukoko, NTT

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:14 WIB
ratusan ternak beserta hewan kesayangan kita beri bitamin,” kata Dr. dr. Hevi Wihadmadyatami Dok. Tim Pengabdian FKH

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 026 di Desa Fatukoko, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini mengusung pendekatan One Health dengan fokus pada penyediaan air bersih serta pencegahan penyakit hewan.

 

Teknologi Filtrasi Ubah Air Sungai Jadi Layak Konsumsi
Di bidang teknologi, tim dari ITB dan Unpad yang diwakili oleh Prof. Muhammad Ali Zulfikar serta Prof. Aliya Nur Hasanah menerapkan sistem filtrasi berbasis material adsorben. Teknologi ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan akses air bersih dengan mengolah air sungai menjadi air yang layak dikonsumsi, guna mendukung peningkatan sanitasi dan kualitas hidup masyarakat. Sebagai bentuk keberlanjutan, tim juga menyerahkan buletin panduan pemeliharaan alat kepada Pemerintah Desa Fatukoko. "Harapannya, masyarakat dapat mandiri dalam merawat sistem ini," ujar Ali dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7).

 

Layanan Veteriner dan Edukasi Zoonosis
Sementara di sektor kesehatan hewan, UGM bersama Undana dan Dinas Peternakan Kabupaten TTS menggelar layanan veteriner serta edukasi pencegahan penyakit berbasis One Health. Ketua tim dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Dr. drh. Hevi Wihadmadyatami, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan obat cacing kepada 100 ekor ternak, 60 ekor anjing, dan 60 ekor kucing. "Ratusan ternak dan hewan kesayangan juga kami berikan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuhnya," jelasnya.

Menurut Hevi, program ini digelar untuk merespons kebutuhan mendesak masyarakat setempat, mengingat tingginya populasi ternak serta masih ditemukannya kasus penyakit hewan di wilayah tersebut. Selain pengobatan, tim secara intensif memberikan edukasi mengenai kesehatan lingkungan dan kewaspadaan terhadap rabies sebagai salah satu penyakit zoonosis prioritas di NTT. "Peningkatan kesehatan hewan harus berjalan seiring dengan kesadaran masyarakat akan pencegahan zoonosis dan kebersihan lingkungan," tambahnya.

 

Upaya Promotif dan Preventif bagi Ternak
Anggota tim dari FKH Undana, Dr. Yulfia Nellymalik, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pengobatan (kuratif), tetapi juga pada upaya promotif dan preventif melalui edukasi masyarakat. Untuk mendukung kondisi kesehatan hewan, tim menyediakan 3 liter vitamin yang dicampurkan ke dalam air minum ternak serta 60 gel multivitamin bagi hewan kesayangan warga. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka penyakit hewan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Tags

Terkini