nasional

Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Bung Karno dan Gus Dur

Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:04 WIB
Kapolri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, ziarah ke makam Proklamator Republik Indonesia Ir. Soekarno di Blitar serta Presiden RI ke-4

Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, ziarah ke makam Proklamator yang juga Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno (Bung Karno) di Blitar serta Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang, Sabtu (20/6/2026).

Di Blitar, Kapolri dan Gubernur Khofifah melaksanakan doa bersama, penghormatan, serta tabur bunga di pusara Bung Karno. Prosesi semakin khusyuk terutama ziarah ini juga bertepatan dengan peringatan Haul Bung Karno ke-56.

Selain ke Makam Bung Karno, Kapolri bersama Gubernur Khofifah dan rombongan juga ziarah ke Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Di lokasi tersebut, berziarah ke makam Gus Dur serta makam Pendiri Nahdlatul Ulama Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari.

Turut hadir bersama rombongan, Menteri Haji dan Umrah RI KH Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, jajaran Pejabat Utama Mabes Polri, Kapolda Jawa Timur, serta Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang memimpin doa selama prosesi ziarah.

Tradisi Polri

Ziarah ke makam para tokoh bangsa menurut Kapolri, merupakan bagian dari tradisi Polri menjelang Hari Bhayangkara ke-80.

Menurutnya, ziarah tersebut menjadi sarana untuk menyerap dan menggali nilai-nilai perjuangan serta kepemimpinan para pendiri bangsa sebagai spirit dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Orang nomor satu di Polri ini menegaskan, nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Bung Karno, Gus Dur, dan Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari harus terus dijaga dan diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa.

Bagi Polri, nilai-nilai tersebut menjadi kekuatan moral untuk terus mengawal stabilitas nasional, mendukung pembangunan, serta mewujudkan cita-cita Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu Khofifah mengatakan melalui ziarah ini, menjadi kesempatan untuk mengingat kembali semangat perjuangan dan nasionalisme yang diwariskan Sang Proklamator.

“Setiap ziarah ke makam Bung Karno menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang para pendiri bangsa,” tegasnya.

Ia, menambahkan, semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air yang diwariskan Bung Karno harus terus kita jaga dan aktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tags

Terkini