Bank Indonesia Terus Mendorong UMKM Bangkit Berdaya Saing dan Cepar Naik Kelas

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52 WIB
Pemprov Bengkulu Apresiasi Program PEKA dalam menihnkatoan ekonomi mandri para pelaku UMkM di wilayah ini.(Foto/Ist)
Pemprov Bengkulu Apresiasi Program PEKA dalam menihnkatoan ekonomi mandri para pelaku UMkM di wilayah ini.(Foto/Ist)

Ketahanan perekonomian dan stabilitas sistem keuangan perlu terus ditransformasikan menjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. Intermediasi berperan penting untuk memastikan kapasitas pembiayaan di sektor keuangan mengalir kepada sektor produktif.

Menjawab tantangan tersebut, Bank Indonesia terus mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas melalui inisiasi Gerakan Korporasi Gandeng UMKM yang digaungkan secara masif dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, pada pembukaan KKI 2026 (20/8) menegaskan bahwa kemitraan korporasi dapat menjadi pengungkit bagi UMKM untuk meningkatkan produktivitas, jaringan, dan adopsi teknologi.

Upaya ini diwujudkan dalam KKI 2026 yang menargetkan fasilitasi business matching omzet dan ekspor sebesar Rp446,9 miliar, serta business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, sebesar Rp212,8 miliar. Penguatan UMKM menjadi krusial di mana usaha menengah yang terus berkembang diharapkan kelak bertransformasi menjadi korporasi baru Indonesia.

KPw BI Bengkulu fasilitasi peningkatan daya saing UMKM Provinsi Bengkulu 

Sejalan dengan arah kebijakan strategis nasional tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu turut berkontribusi melalui peran nyata di daerah dengan memfasilitasi UMKM binaan unggulannya pada pameran luring dan kanal virtual KKI 2026 dengan membukukan total transaksi penjualan sebesar Rp955.491.033.

Pada gelaran KKI 2026, menghadirkan 32 UMKM unggulan Bengkulu yang berpartisipasi secara online melalui website KKI 2026.

Dari jumlah tersebut, 6 UMKM turut hadir secara offline di JICC, terdiri atas 2 UMKM wastra dan 4 UMKM makanan dan minuman. Pada kategori wastra, Batik Kagano menampilkan beragam kain wastra Bengkulu, sementara Swarnabumei menghadirkan produk ready to wear yang mengangkat kekayaan motif dan identitas khas Bengkulu yaitu besurek dan bunga raflesia. Sementara pada produk makanan dan minuman hadir di KKI Mart melalui CV Jaya Rasa Bengkulu, Giwigewi, Kerupuk Keite, dan Sari Aren. 

Peluang perluasan pasar juga terus didorong melalui upaya menjembatani UMKM Bengkulu agar terhubung dengan rantai pasok korporasi, hasil nyata dibuktikan melalui fasilitasi temu bisnis (Business Matching) Ekspor. Kopi Bukit Barisan berhasil menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Indonesia Specialty Coffee untuk pembelian awal sebanyak 500 kg Kopi Robusta Bengkulu dengan nilai kontrak awal sebesar Rp 35.500.000,-(tiga puluh lima juta lima ratus ribu rupiah

). Capaian ini menjadi tonggak penting bagi UMKM daerah dalam memperluas akses pasar sekaligus menjawab tantangan kebijakan prorakyat dan pro-pertumbuhan (pro-growth) Bank Indonesia.Selain Kopi Bukit Barisan, UMKM Bengkulu yang turut mengikuti business matching antara lain Pak Sahid Coffee, Lestari Coffee, dan CV Jaya Rasa Bengkulu. Partisipasi UMKM Bengkulu dalam KKI 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar, memperkuat daya saing, serta membuka peluang UMKM untuk terus tumbuh dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa sinergi ini membuktikan kualitas UMKM Bengkulu siap bersaing dan bermitra di level korporasi.

"Kehadiran 32 UMKM Bengkulu di KKI 2026, baik di sektor wastra, kriya, makanan dan minuman maupun kuliner, adalah manifestasi dari program pembinaan yang konsisten.

Capaian transaksi dan penandatanganan kontrak kemitraan di hari pertama ini menjadi bukti nyata bahwa produk kopi Bengkulu dan UMKM lainnya mampu merespons Gerakan Korporasi Gandeng UMKM secara nyata. Mereka kini semakin siap untuk naik kelas, memperoleh pembiayaan yang lebih luas, dan terintegrasi ke dalam rantai nilai berskala nasional," urai Wahyu.

KPw BI Provinsi Bengkulu mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat optimisme dan kolaborasi mendukung UMKM di Bengkulu terus bangkit, tangguh, berdaya saing dan cepat naik kelas.

Sinergi berkelanjutan antara korporasi, perbankan, dan pelaku usaha di daerah diyakini mampu membangun ekosistem di mana usaha kecil memiliki ruang besar untuk tumbuh, sekaligus menjadi penggerak utama ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

PP DMI Bantu  Korban Gempa NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:13 WIB
X