Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah Johan Hadiyanto mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan perlunya fokus yang lebih besar pada penguatan sektor pangan dan UMKM melalui perluasan akses pembiayaan, digitalisasi transaksi, optimalisasi KUR, pengembangan pembiayaan mikro, perluasan asuransi usaha, serta pendampingan pelaku usaha agar semakin bankable dan kompetitif.
"Program TPAKD Tahun 2026 difokuskan pada akselerasi ekosistem keuangan inklusif dan berkelanjutan untuk meneguhkan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional melalui perluasan akses pembiayaan sektor pangan, digitalisasi transaksi, optimalisasi KUR dan pembiayaan mikro, serta pendampingan pelaku usaha," ujar Johan.
Melalui berbagai program tersebut, OJK bersama TPAKD optimistis mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kapasitas UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat nasional.
Artikel Terkait
OJK Longgarkan Deadline! Laporan Keuangan Asuransi & Kewajiban SLIK Diperpanjang Demi Kualitas
OJK dan Polda Jateng Bentuk Satgas Penagihan, Joki Gagal Bayar Jadi Sorotan
OJK Gandeng Fatayat NU Jateng, Cetak Ratusan Duta Literasi Keuangan hingga Tingkat Desa
OJK Perkuat Industri BPR/BPRS untuk Dukung UMKM dan Ekonomi Daerah
OJK : Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Ekonomi Global