3 Dekade Berkarya, Kini Diberdayakan: InJourney Community Care Latih 108 Juru Foto di Tiga Candi Warisan Dunia

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Kamis, 18 Juni 2026 | 18:22 WIB
Pelatihan Fotografi Tingkatkan Kompetensi Juru Foto di Destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko dok. humas IDM
Pelatihan Fotografi Tingkatkan Kompetensi Juru Foto di Destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko dok. humas IDM

"Pelatihan ini membantu kami memahami kelebihan dan kekurangan yang ada. Evaluasi tersebut menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari cara menyambut wisatawan, berkomunikasi, bersikap sopan, hingga memberikan informasi yang jelas mengenai layanan fotografi. Harapannya, wisatawan merasa nyaman, betah, dan ingin kembali berkunjung ke Candi Prambanan," ujarnya.

Ketua Koperasi Pariwisata Fotografer Prambanan (Kopapra), R Jarot Wuryanto, menjelaskan bahwa profesi fotografer wisata di kawasan Prambanan telah berkembang selama lebih dari tiga dekade dan terus beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi.

"Fotografer wisata di Prambanan sudah ada sejak tahun 1994. Saat itu kami masih menggunakan kamera analog dan polaroid. Perkembangan teknologi kemudian mendorong kami beralih ke sistem digital sejak akhir 1990-an. Setiap perubahan teknologi selalu kami ikuti melalui berbagai pelatihan agar para anggota dapat terus berkembang," jelasnya.

Hingga saat ini, Kopapra memiliki 32 anggota yang dibagi dalam dua zona pelayanan di kawasan wisata, dengan rentang usia mulai dari 19 tahun hingga 70 tahun. Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan, Kopapra juga berencana melakukan pembaruan peralatan fotografi secara bertahap yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini.

"Regenerasi menjadi salah satu fokus kami. Anggota termuda saat ini berusia 19 tahun, sementara yang paling senior sekitar 70 tahun. Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah mengikuti perkembangan teknologi, tren fotografi, dan gaya visual yang terus berubah. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang sangat penting," katanya.

Anggota Koperasi Pariwisata Borobudur (Kopari), Aan Suyitno, menyambut positif dan menyampaikan apresiasi kepada InJourney Destination Management serta para tutor yang telah memberikan ruang pembelajaran bagi para fotografer wisata.

"Kami sangat berterima kasih kepada InJourney dan para tutor yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk berdiskusi mengenai fotografi maupun pelayanan kepada wisatawan. Mudah-mudahan ilmu yang kami peroleh dapat bermanfaat dan meningkatkan kualitas kerja kami di lapangan," kata Aan.

Aan menjelaskan bahwa keberadaan komunitas fotografer wisata di Borobudur telah berkembang selama puluhan tahun. Awalnya, para fotografer tergabung dalam sebuah paguyuban bernama Bina Sejahtera sebelum kemudian bergabung dengan KUD Borobudur. Seiring perkembangan organisasi, muncul gagasan untuk mendirikan koperasi sendiri yang kemudian berdiri pada tahun 1996 dengan nama Koperasi Pariwisata Catra Gemilang Borobudur.

"Saat ini, unit fotografer di bawah Koperasi Pariwisata Catra Gemilang Borobudur berjumlah 76 orang dengan empat anggota cadangan. Regenerasi terus berjalan, bahkan sebagian profesi ini telah diteruskan hingga generasi ketiga. Beberapa perintis masih aktif dan tetap eksis hingga sekarang," ungkapnya.

InJourney Destination Management berkomitmen untuk memberdayakan komunitas di sekitar destinasi melalui berbagai pelatihan dan program pengembangan kapasitas sumber daya masyarakat. Diharapkan, peningkatan kompetensi para juru foto wisata ini tidak hanya menghasilkan layanan yang lebih profesional, tetapi juga turut memperkuat pengalaman wisatawan dan citra positif Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko sebagai destinasi warisan budaya dunia yang berkualitas.

Halaman:

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Gerakan Kemanusiaan PMI Tak Kenal Batas Negara

Senin, 15 Juni 2026 | 10:32 WIB
X