3 Dekade Berkarya, Kini Diberdayakan: InJourney Community Care Latih 108 Juru Foto di Tiga Candi Warisan Dunia

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Kamis, 18 Juni 2026 | 18:22 WIB
Pelatihan Fotografi Tingkatkan Kompetensi Juru Foto di Destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko dok. humas IDM
Pelatihan Fotografi Tingkatkan Kompetensi Juru Foto di Destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko dok. humas IDM

 

Yogyakarta, SUARA PEMBARUANInJourney Destination Management (IDM) melalui program InJourney Community Care menyelenggarakan pelatihan fotografi bagi para juru foto di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya IDM dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pariwisata sekaligus memperkuat kualitas pelayanan di destinasi warisan dunia tersebut.

Pelatihan ini diikuti oleh 76 anggota Koperasi Pariwisata Borobudur (Kopari) dan 32 anggota Koperasi Pariwisata Fotografer Prambanan (Kopapra) yang selama ini menjadi bagian penting dalam ekosistem pelayanan wisata di kawasan Taman Wisata Candi.

General Manager Prambanan dan Ratu Boko, Leonardus Adityo Nugroho, menyampaikan bahwa fotografi memiliki peran strategis dalam industri pariwisata modern. Menurutnya, fotografi tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga menjadi medium yang mampu menghadirkan pengalaman dan cerita bagi wisatawan.

"Fotografi tidak sekadar menghasilkan dokumentasi, tetapi merupakan media yang mampu menghadirkan cerita, membangun citra destinasi, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Setiap foto yang dihasilkan dapat menjadi jendela yang menghubungkan wisatawan dengan nilai-nilai sejarah, budaya, dan keindahan yang dimiliki Candi Prambanan," ujarnya, Rabu (18/6/2026).

Pemateri pelatihan fotografi untuk juru foto Prambanan adalah fotografer Harian Kompas, Ferganata Indra, sedangkan pemateri untuk juru foto Borobudur adalah fotografer Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA, Anis Efizudin.

Selain materi fotografi, peserta juga mendapat materi terkait pelayanan prima atau hospitality yang relevan dengan kebutuhan para juru foto wisata saat berinteraksi langsung dengan pengunjung. Pelatihan ini menitikberatkan pada penguatan pelayanan prima, komunikasi dengan wisatawan, serta kemampuan membangun narasi visual yang mampu memperkuat citra destinasi.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memperbarui pengetahuan, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai perkembangan dunia fotografi wisata dan standar pelayanan di destinasi kelas dunia.

Leonardus menambahkan bahwa keberadaan fotografer wisata menjadi salah satu elemen penting yang berinteraksi langsung dengan pengunjung dan turut membentuk pengalaman wisata selama berada di kawasan destinasi.

"Candi Prambanan membutuhkan dukungan para fotografer yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam menghasilkan gambar yang baik, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai narasi yang ingin disampaikan melalui setiap karya visual. Melalui pelatihan ini, kami berharap para fotografer dapat semakin memahami bagaimana mengabadikan momen sekaligus menghadirkan cerita yang memperkuat daya tarik destinasi," tambahnya.

Commercial Group Head PT Taman Wisata Borobudur, AY Suhartanto, mendorong peserta untuk aktif berdiskusi selama pelatihan agar dapat saling bertukar pengalaman dan memperkaya wawasan mengenai pelayanan wisata yang berkualitas.

"Selain kemampuan fotografi, aspek hospitality juga menjadi hal yang sangat penting. Kami berharap para juru foto wisata dapat kembali me-refresh dan mengingat peran serta fungsinya di Borobudur, yaitu menghadirkan kenangan yang berkesan bagi wisatawan. Foto yang dihasilkan bukan sekadar dokumentasi, tetapi menjadi bagian dari pengalaman dan nilai yang dibawa pulang oleh setiap pengunjung," jelas Suhartanto.

Salah satu anggota Koperasi Pariwisata Fotografer Prambanan, Budaya, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus profesionalisme para fotografer wisata.

"Melalui pelatihan ini, kami mendapatkan banyak pengetahuan baru yang dapat menunjang kinerja kami dalam melayani wisatawan yang datang ke Candi Prambanan. Kami ingin memberikan pelayanan terbaik sehingga pengunjung merasa puas dan memiliki pengalaman yang menyenangkan selama berada di sini," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi fotografer wisata saat ini adalah meningkatnya ekspektasi wisatawan terhadap kualitas layanan dan hasil foto yang diterima.

Halaman:

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Gerakan Kemanusiaan PMI Tak Kenal Batas Negara

Senin, 15 Juni 2026 | 10:32 WIB
X