Rengginang Laut Jadi Jalan Perubahan: Kisah Ibu Eko, Kartini Masa Kini dari Pesisir Rembang

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 22 April 2026 | 10:18 WIB
Dari pesisir Rembang, Ibu Eko membuktikan bahwa semangat Kartini tak pernah padam. Lewat rengginang olahan laut, ia menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus memberdayakan perempuan di sekitarnya.
Dari pesisir Rembang, Ibu Eko membuktikan bahwa semangat Kartini tak pernah padam. Lewat rengginang olahan laut, ia menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus memberdayakan perempuan di sekitarnya.




Rembang, SUARA PEMBARUAN— Peringatan Hari Kartini kini tak sekadar simbol perjuangan emansipasi, tetapi juga menjadi cerminan keteguhan, keberanian berpikir terbuka, dan daya juang perempuan dalam menghadapi berbagai keterbatasan. Nilai-nilai itu nyata hadir dalam kehidupan perempuan masa kini, termasuk mereka yang tinggal di kawasan pesisir.Baca Juga: Penembakan ASN di Yahukimo Saat Kunjungan Wapres: TPNPB dan TNI Saling Tuding


Salah satu sosok inspiratif datang dari Rembang, yakni Ibu Eko Purwanti, nasabah PNM Cabang Pati. Ia mengembangkan usaha rengginang berbahan olahan laut serta layanan katering. Dari usaha yang berawal sederhana, Ibu Eko tak hanya berupaya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.


Dalam kesehariannya, ia aktif terlibat dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak-anak yang membutuhkan asupan gizi. Tak berhenti di situ, ia juga mengajak ibu-ibu di wilayah pesisir untuk ikut terlibat dalam produksi rengginang olahan laut, sehingga tercipta peluang usaha bersama.Baca Juga: ASN Dinas TPHP Bengkulu Teken Komitmen Tidak Pungli dan Gratifikasi


Ibu Eko berharap usahanya terus berkembang, bukan hanya demi keluarganya, tetapi juga agar perempuan di sekitarnya dapat memiliki penghasilan dan tumbuh bersama. Semangat kolaborasi itu ia wujudkan melalui pendekatan klasterisasi usaha berbasis hasil laut, yang mendorong kebersamaan dan kemajuan bersama.


Apa yang dilakukan Ibu Eko mencerminkan semangat Kartini masa kini. Di tengah keterbatasan, ia tetap melangkah, membuka peluang, dan mengajak perempuan lain untuk berkembang bersama. Bagi masyarakat sekitar, ia bukan hanya pelaku usaha, tetapi juga penggerak perubahan yang nyata.Baca Juga: UTBK-SNBT di Universitas Bengkulu Diikuti 10.401 Peserta


Melalui pendekatan pemberdayaan berbasis tiga aspek—peningkatan kapasitas intelektual lewat pelatihan, dukungan finansial melalui pembiayaan, serta penguatan sosial melalui kelompok usaha—PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus mendorong perempuan agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Hingga saat ini, PNM telah menjangkau lebih dari 22,9 juta nasabah perempuan di seluruh Indonesia.


Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan di wilayah pesisir menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan dampak yang lebih luas. Baca Juga: Atap Lama Diganti, Rumah Jadi Adem! Program SKI–Promedia Bikin Wartawan Bekasi Tersenyum

Menurutnya, melalui pengolahan hasil laut, perempuan tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mampu memberdayakan sesama.


Kisah Ibu Eko menjadi bukti bahwa semangat Kartini terus hidup dalam langkah perempuan masa kini—yang berani mencoba, saling mendukung, dan tumbuh bersama. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, setiap usaha kecil pun berpotensi menjadi kekuatan besar yang membawa perubahan.*Baca Juga: Jokowi Santai Tanggapi JK: “Saya Ini Orang Kampung,” Polemik Makin Panas

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X