lingkungan-hidup

Pemberdayaan Masyarakat Pesisr, BPDAS Ketahun Gelar Warkshop Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Mangrove Bengulu

Sabtu, 14 September 2024 | 15:08 WIB
Gubernur Bengkulu Rohifin Mersyan membuka acara Warkshop Peningkatan Kapasitas Kelrmbagaan Mangrove Provinsi Bengkulu.(Foto/Ist)

Bengkulu,SUARAPEMBARUAN-Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) dan BPDAS Ketahun, Bengkulu sebagai leading sector pengelolaan mangrove di Provinsi Bengkulu menyelenggarakan Warkshop Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Mangrove Daerah Provinsi Bengkulu, selama 2 hari, tanggal 12-13 September 2024.

Kegiatan ini dilaksanakan atas fasilitasi dari Mangroves for Coastal Resilience Project dan Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan serta Direktorat Rehabilitasi Perairan Darat dan Mangrove (RPDM) Kementerian LHK Republik Indonesia.

KKMD Provinsi Bengkulu merupakan wadah bagi para pemerhati mangrove yang berasal dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah, akademisi, LSM, swasta, maupun masyarakat untuk bergerak secara bersama-sama dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove.

Kepala Seksi Penguatan Kelembagaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ketahun, Sodikin S.Sos, MSi sekalu ketua pelaksana kegiatan mengatakan, Workshop ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan mangrove dan pemberdayaan masyarakat pesisir yang tinggal di sekitar hutan mangrove di Provinsi Bengkulu melalui pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).

Baca Juga: Cegah Penyebaran Rabies, Pemkot Semarang Vaksinasi dan Sterilisasi Kucing Anjing Gratis

Dengan pemberdayaan ini, diharapkan seluruh stakeholder turut berkontribusi dalam pelestarian hutan mangrove dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir yang tinggal di sekitar hutan mangrove.

Kegiatan workshop ini terdiri dari atas dua agenda utama, yakni pertama penyampaian materi dalam ruangan berupa pemaparan materi terkait mangrove dari akademisi, dan stakeholder terkait dalam hal pengelolaan mangrove di Provinsi Bengkulu, serta diskusi yang dilaksanakan di hotel Santika Bengkulu.

Sedangkan agenda kedua, yaitu praktek pengolahan HHBK Teh Mangrove di secretariat KKMD Provinsi Bengkulu dan Study Tour Potensi Wisata Hutan Mangrove di Kampung Bahari, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.

Baca Juga: Opera Jenaka Romo 3 Segera Hadir, Menanti Aksi Lucu Para Pastor

Peserta kegiatan ini terdiri seluruhnya berasal dari anggota KKMD Provinsi Bengkulu baik tim Pengarah, tim pelaksana maupun tim Kerja.

Kemudian turut dilibatkan kelompok masyarakat peduli mangrove, kelompok tani hutan Mangrove, penggiat ekosistem Mangrove serta BUMN Peduli Mangrove. Turut hadir dalam acara ini instansi terkait pengelolaan mangrove di tingkat Kabupaten serta Forum DAS Provinsi Bengkulu

Dibuka Gubernur Bengkulu

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah saat membuka kegiatan warksho;p ini mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprob) Bengkulu memberikan perhatian serius terhadap ekosistem mangrove dan wilayah pesisir dikarenakan Provinsi Bengkulu memiliki garis pantai sepanjang 525 kilometer meliputi di 7 kabupaten dan kota di Bengkulu.

Mangrove memiliki fungsi ekologis yang penting untuk masyarakat disamping fungsi ekonomi lainnya. Untuk itu, Gubernur Rohidin berharap kelembagaan KKMD harus berorientasi pada produktivitas, dengan menghasilkan output dan outcome yang jelas.

Baca Juga: Mutasi Gara-gara Bongkar Sindikat BBM Ilegal Ipda Rudy Soik Beberkan Fakta

Selain itu, KKMD hendaknya menjadi motor penggerak perilaku cinta mangrove sejak usia dini. Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama penggiat berupaya memberikan kontribusi di antaranya dengan menerbitkan literasi konservasi mangrove sejak dini.

Halaman:

Tags

Terkini

Priska Tebar Ikan Nila dan Mas di Danau Mawang

Jumat, 18 Oktober 2024 | 10:04 WIB

21 Sekolah di Gowa Raih Penghargaan Adiwiyata

Senin, 9 September 2024 | 10:10 WIB