Jakarta.Suarapembaruan.news- Ahad, 3 Desember 2023, pukul 17.35 WIB, berita duka itu tiba, Letjen TNI Purn Dr HC Doni Monardo dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam, Semanggi. Kabar itu disampaikan oleh stafnya, Egy Massadiah.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2019-2021 itu sempat menjalani perawatan sejak tiga bulan lalu akibat sakit yang dideritanya. Kabar kepergiannya pun disambut suasana berkabung di Markas Kostrad Kariango, Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), tempat dimana Doni dahulu mulai menjejaki perjuangannya dibidang lingkungan bersama para prajurit.
Tujuh belas tahun silam, Doni Monardo, seorang militer berpangkat Kolonel mewujudkan impiannya untuk berperan serta dalam upaya merehabilitasi lingkungan, kala itu ia menjabat Komandan Brigade Infantri Lintas Udara (Dan Brigif Linud) 3/Tri Budi Sakti, Kariango di Kabupaten Maros, Sulsel.
Cerita bermula ketika Doni dan prajuritnya menanam pohon di lingkungan markas Brigif Para Raider III/Tri Budi Sakti Kostrad yang kondisinya sangat tandus, pohon trembesi (Samaena saman) itu sumbangan dari sahabatnya, Andi Tenri Gappa atau biasa disapa Onny Gappa (Alm), Pimpinan Panin Peduli Makassar yang juga gemar membagi-bagikan bibit pohon secara gratis kepada siapapun membutuhkan. Sepeninggal Onny, tugas mulia itu dilanjutkan Andi Hudli Huduri, pimpinan Panin Peduli dan eksis hingga saat ini.
Doni tak puas hanya menerima sumbangan pohon, ia bertekad harus mampu membuat sendiri pembibitan (persemaian) trembesi, mendalami tehnik dan tata caranya. Ide ini dilaksanakan melibatkan prajurit yang dibagi dalam kelompok-kelompok, sasarannya untuk menggugah kecintaan prajurit terhadap lingkungan, memberikan pengetahuan, pengalaman, mengubah kondisi gersang di Kariango, sekaligus mengisi kegiatan diwaktu luang.
Kecintaanya pada tanaman memang bukan hal baru bagi Doni, dia mengenali banyak jenis tanaman dari bekal pengalamannya saat berlatih di hutan dan bertugas dalam operasi militer di beberapa daerah, dari situlah dia berkomitmen untuk menanam, merawat, dan melestarikan tanaman di mana pun berada.
Alhasil, ilmu pembuatan tanaman yang diperoleh dari bimbingan Panin Peduli kepada prajurit berjalan sukses dan dalam tempo yang tak lama, tangan-tangan dingin para prajurit itu mampu mengubah Kariango menjadi pemasok tanaman trembesi ke berbagai tempat di Sulawesi Selatan.
Permintaan kerja sama penghijauan pun terus berdatangan, misalnya, dari Pemerintah Kota Makassar, Kawasan PT Semen Tonasa, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan beberapa daerah di Sulsel dan luar Sulsel.
Karebosi Makassar menjadi hijau berkat bantuan pohon dari Donny. Hal itu diakui Bang Hasan, pengusaha yang mengubah wajah Karebosi.
"Karebosi sekarang jadi taman dengan pepohonan yang hijau. Saya dapat 1.000 pohon trembesi dari Pak Jenderal Donny Monardo," begitu pesan singkat Bang Hasan yang diterima Donny (22/3/2022) dari koleganya dan diteruskan kepada penulis.
Komitmen untuk melanjutkan program tersebut ditandai dengan pencanangan slogan yang terpampang di areal pembibitan Brigif Para Raider III/Tri Budi Sakti Kostrad Kariango pada tahun 2008 : “Dari Kariango Ikut Hijaukan Indonesia”.
Kerja Sama Kemenhut
Kegiatan Doni dan prajuritnya di Brigif Para Raider III/Tri Budi Sakti Kostrad Kariango mendapat support dari Panglima Kodam VII Wirabuana (sekarang Hasanuddin), Mayjen TNI Djoko Susilo Utomo yang langsung memerintahkan jajaran Kodam, Korem, Kodim hingga Koramil untuk mengambil bagian dalam gerakan penghijauan trembesi di masing-masing daerah.
Kegiatan itu makin meluas dan sangat membanggakan TNI AD, bahkan dipantau berbagai pihak, diantaranya, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang kemudian menjajaki kerja sama dengan TNI AD untuk melakukan rehabilitasi lahan. Penjajakan itu pun berlanjut dengan penandatanganan kerja sama antara Menteri Kehutanan MS Ka’ban dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Agustiadi SP yang berlangsung 28 April 2008 di Markas Brigif Para Raider III/Tri Budi Sakti Kostrad, Kariango, Maros.
Berakhirnya tugas Doni Monardo di Brigif Para Raider III/Tri Budi Sakti Kostrad Kariango, tidaklah berarti mengakhiri kiprahnya sebagai pegiat lingkungan, bahkan semakin giat dilakukan diberbagai tempat dimana dia bertugas.
Setelah pindah tugas ke Paspampres di Jakarta, komitmen itu tetap dilanjutkan dengan membuat kebun bibit trembesi di Cikeas pada akhir November 2008, bibit trembesi itu dibagikan di Istana Merdeka pada saat peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2009.
Aktifitas pembibitan itu berjalan seiring melejitnya karier militer Doni. Tahun 2010 dia mengembangkan kebun bibit di Rancamaya. Menanam trembesi di Bogor, Cianjur, dan Sukabumi, dan DKI serta di sepanjang jalan Kota Kudus, Jawa Tengah.
Kemudian 100.000 bibit Sengon dibagikan secara gratis kepada masyarakat termasuk warga terdampak erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Paguyuban Budiasi
Berdasarkan catatan kegiatannya dibidang lingkungan, setahun kemudian, Doni Monardo mendirikan Paguyuban Budiasi di Sentul di lahan pinjaman milik almarhum Ketut Masagung. Budiasi singkatan dari Budidaya Trembesi, nama itu pemberian Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden Republik Indonesia saat itu. Sampai hari ini Paguyuban Budiasi telah memproduksi lebih dari 20 juta pohon, terdiri dari 150 jenis pohon termasuk tanaman endemic atau langka, dan hasilnya dibagikan ke berbagai daerah termasuk ke negeri tetangga Timor Leste.
Beberapa pejabat tinggi negara dan kepala daerah telah berkunjung ke kebun bibit Budiasi, termasuk Bapak Jokowi, saat menjabat Gubernur DKI Jakarta pada Januari 2014.
Tahun 2017, ketika Presiden Jokowi berkunjung ke Maluku, sempat menyinggung soal kebun bibit. Doni yang ketika itu telah berpangkat Mayor Jenderal dan menjabat Panglima Kodam Pattimura, menjelaskan bahwa kebun bibit masih ada bahkan sudah berkembang, Presiden Jokowi pun meminta Doni agar membuat pembibitan serupa di Maluku.Selain Trembesi, mantan Danjen Kopassus kelahiran Cimahi 10 Mei 1963 itu juga membudidayakan pohon endemik Indonesia, seperti Ulin, Eboni, Torem, Palaka, Rao, Cendana, dan Pule yang semakin sulit ditemukan.
Pengetahuan tentang tanaman banyak membantu Doni ketika ditugaskan sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mitigasi daerah longsor dengan kemiringan lahan, menghindari kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan, mereduksi dampak tsunami dengan menanam pohon-pohon tertentu. Mitigasi berbasis ekosistem harus menjadi strategi utama dalam menghadapi potensi bencana, mengingat Bank Dunia menyebutkan bahwa Indonesia adalah salah satu dari 35 negara dengan tingkat risiko ancaman bencana tertinggi di dunia.
Selama melakukan gerakan penghijauan dari satu tempat ke tempat lain berbarengan dengan karier militrer dan sipil yang diembannya, Doni Monardo selalu dalam pemantauan berbagai pihak, tidak hanya aktifis lingkungan namun juga kalangan akademisi. Institut Pertanian Bogor (IPB) memberikan apresiasi atas kesinambungannya melakukan gerakan rehabilitasi lingkungan dan Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) Doni Monardo resmi menerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari Institut Pertanian Bogor, Sabtu (27/3/2021), dengan pidato pengukuhannya berjudul "Model Tata Kelola Sumber Daya Alam dan Lingkungan".
Dalam posisi jabatan apapun, Letjen TNI (Purn) Dr. (HC) Doni Monardo tampaknya selalu memanfaatkan kesempatan untuk melakukan gerakan penghijauan trembesi. Misalnya, setelah mendapat amanah menjadi Ketua Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) periode 2021-2026, Doni menyampaikan komitmennya kepada pemerintah bahwa PPAD akan ikut membantu Pemerintah menghijaukan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.
Banyak yang terlibat dalam obsesi mulianya itu. Dan, Selasa, 6 Desember 2022 lalu, Doni membuat acara reuni pegiat trembesi, mereka berkumpul di Kariango bersama para prajurit yang pernah terlibat. Reuni itu dihadiri beberapa jenderal, mantan Wali Kota Makassar Andi Herry Iskandar, Pimpinan Panin Peduli, Andi Hudli Huduri (keduanya sahabat Doni), Andi Soraya Mattalatta (keluarga alm Andi Onni), Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, mantan Pangdam Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, sejumlah tokoh veteran pejuang, wartawan dan pegiat lingkungan.
Para Ahli Lanskap IKN pun hadir dalam reuni di Kariango. Dan sebagai Ketua Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) periode 2021-2026, Doni memanfaatkan kunjungan nostalgia terakhirnya di Sulsel, sekaligus melantik Pengurus PPAD Sulsel.
Kehadiran Doni di Markas Kostrad Kariango 6 Desember tahun lalu, adalah pertemuan terakhir dengan para sahabat dan prajurit yang pernah dipimpinnya. Nyaris genap setahun, Ahad (3/12/2023), Doni berpulang keharibaan Sang Pencipta. Selamat jalan Jendral bersama amal kebaikanmu. Selamat jalan Pahlawan Lingkungan. (SP.news/M Kiblat Said)