Jogja Coffee Week #3 Buka Ruang untuk Berbagai Ideologi dan Opini

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Jumat, 1 September 2023 | 08:07 WIB
Pembukaan Jogja Coffee Week #3 Jumat (01/09/2023) siang di Jogja Expo Center (JEC), Bantul. (SPnews-Fuska Sani Evani)
Pembukaan Jogja Coffee Week #3 Jumat (01/09/2023) siang di Jogja Expo Center (JEC), Bantul. (SPnews-Fuska Sani Evani)

Yogyakarta, suarapembaruan.news – Masyarakat per-kopian di Indonesia Kembali dipertemukan dalam  Jogja Coffee Week #3 yang dibuka Jumat (01/09/2023) siang di Jogja Expo Center (JEC), Bantul.  Ketua Panitia Jogja Coffee Week #3, Rahadi Saptata Abra mengatakan, tema 'Future Coffee Culture' tersebut berangkat dari pemikiran bahwa budaya minum kopi, bukan berasal atau asli Indonesia, melainkan budaya bangsa Eropa. Namun dalam perkembangannya, minum kopi dan turunannya, justru menjadi habit bangsa Indonesia.

“Karena itulah, kita akan berbicara masa depan, merekatkan persepsi, ideologi serta beragam opini menjadi satu kesatuan. Mengingat ada ratusan peserta yang dating,” ujarnya.

"Pesertanya dari seluruh Indonesia, meliputi petani, pengusaha biji kopi, barista hingga pengusaha produk kopi," katanya.

-
Peserta Jogja Coffee Week #3 yang dibuka Jumat (01/09/2023) siang di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, berkonsep angkrigan. (SPnews-Fuska Sani Evani)

Event ini, ujar Rahadi, ingin mendorong terbukanya ruang baru untuk saling bertemu dan saling bertukar ide kreatif. Jogja Coffee Week menghadirkan ruang diskusi lewat talkshow bersama para coffee expert, ruang eksplorasi dengan kompetisi dan workshop dan ruang untuk bertemu beragam komunitas bisnis. Mengingat saat ini usaha coffee shop mulai menjamur di mana-mana khususnya DIY.  "Sehingga Jogja Coffee Week ke-3 ini adalah bentuk support kami kepada industri kopi sekaligus dukungan tumbuhnua ekonomi kreatif yang mampu menjadi tonggak generasi Indonesia hari ini," katanya

Sementara itu, Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno yang hadir melalui daring menyebut, industri kopi nasional tengah berkembang pesat, karena itu pelaku wisata bisa memanfaatkannya dengan mengembangkan wisata kebun kopi.

"Banyak potensi industri kopi yang dapat kita ekspor dan kembangkan potensi tersebut. Seperti destinasi wisata kebun kopi, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi yang membuka Jogja Coffee Week #3, menyatakan, siap mensupport dan memberi semangat dengan industri kopi di DIY. Menurutnya, perlu ada rutinitas pertemuan petani kopi dan buyers, sehingga membutuhkan pendamingan dan edukasi bagi petani untuk mencapai hasil kopi yang baik.GKR Mangkubumi berharap semoga kopi di DIY semakin berkualitas, dan terserap pasar global.

Event Jogja Coffe Week yang digelar untuk ketiga kalinya ini berlangsung pada 1-5 September 2023 di Jogja Expo Center dengan target pengunjung 30.000 orang. (SPnews/FSE)

 

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

Perdana, Jogja Scooter Parade digelar Tahun Depan

Minggu, 28 September 2025 | 21:58 WIB

5 Ide Bisnis Modal Kecil yang Cocok untuk Pemula

Senin, 1 September 2025 | 05:26 WIB
X