Yogyakarta, suarapembaruan.news – Penikmat, dan semua yang berkreasi atas nama kopi, Jogja Coffee Week ke-3 yang diselenggarakan di Jogja Expo Center (JEC) pada tanggal 1-5 September 2023 ini dirancang untuk menjadi momentum baru yang mampu merekatkan persepsi, ideologi, maupun opini menjadi satu kesatuan regenerasi harmoni.
Ketua Panitia Jogja Coffee Week #3, Rahadi Saptata Abra, Jumat (25/8/2023) saat menggelar Press Conference di Jogja Expo Center (JEC) memaparkan, kali ini perhelatan dihelar dengan tema ‘Future Coffee Culture’, yang berangkat dari fenomena hadirnya sebuah coffee shop yang mendorong terbukanya ruang baru untuk saling bertemu dan saling bertukar ide kreatif.
Jogja Coffee Week #3 juga menjadi ruang untuk berdiskusi melalui TatkShow bersama para expert, ruang eksplorasi dengan rangkaian kompetisi dan workshop, dan ruang untuk bertemu dengan beragam komunitas bisnis.
Gelaran yang menjadi muara kreatifitas industri kopi dan semua yang merasakan dampak positifnya, mulai dari petani kopi, pedagang kopi, jasa ekspedisi, hingga customer yang menikmati secangkir kopi untuk menemani di aktivitas produktif setiap harinya. Sehingga Jogja Coffee Week #3 adalah bentuk support kami kepada industri kopi sekaligus dukungan tumbuhnya ekonomi kreatif yang mampu menjadi tonggak generasi Indonesia hart ini.
Hari ini hampir sepanjang hari kopi seialu menemani kita, meski di aktivitas yang berbeda. Ada yang menyeduh kopi panas di pagi hari ketika memulai hari, ada yang bersanding es kopi sembari mengerjakan tugas kuliah maupun tugas mencari nafkah, ada pula yang menekuni kopi sebagai karya yang melibatkan hati.
Menariknya, kopi yang tampaknya begitu saja, memiliki beribu ragam makna ketika bertemu dengan lokasi, situasi, tradisi hingga waktu yang berbeda. Mulai dari cara memanen, cara mengolah, hingga cara menyeduh selalu melahirkan ragam rasa yang tidak pernah sama.
"Setiap harinya pengunjung dapat menghadiri event ini dari jam 10.00-21.00 WIB dengan HTM Rp30.000 dengan bonus paket dari event JCW #3," katanya.
Ditambahkan, hal ini muncul karena melihat pertumbuhan brand kopi hari ini juga sebuah penanda tumbuhnya industri ekonomi kreatif, juga menjadi simbol dari apa yang terjadi dengan generasi muda Indonesia hari ini. “Bagaimana generasi hari ini mampu berdikari secara ekonomi, juga memberikan influence positif dan kreatif terhadap sekitarnya," katanya. (SPnews/FSE)