PENDIRI Facebook Mark Zuckerberg kehilanan uang US $ 7 miliar atau setara Rp 99,5 Triliun tidak lebih dari 24 jam, akibat tiga raksasa media sosialnya, WhatsApp, Facebook, dan Instagram down pada Senin (4/10/2021) malam kemarin.
Bagaimana tidak, saham Facebook langsung terjun sampa 5%, atau US $ 323,34 pada Selasa (5/10/2021).
Berdasar data yang dilansir Bloomberg Billionaires Index, rangking kekayaan Zuckerberg pun turun menjadi US $ 120,9 miliar atau Rp 1.719 Triliun.
Masalah di Facebook tampaknya berasal dari Border Gateway Protocol (BGP). Jika DNS merupakan daftar kontak internet, sehingga saat pengguna berseluncur di internet, pengguna tak mampu mencari alamat protokol internet aktual atau IP yang dituju.
Melalui laman resminya, Facebook menyampaikan permintaan maaf kepada para penggunanya atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Facebook juga menekankan bahwa masalahnya, bukan hanya pada persoalan teknologi saja, tetapi sangat kompleks termasuk dinamika politik.
Selain Facebook, WhatsApp dan Instagram pun juga sudah membenarkan bahwa ada gangguan pada akses mereka.
Permasalahan ‘down’ ini bukan yang pertama, pada 14 April 2019, 4 Juli 2019 dan 20 Maret 2021, juga pernah terjadi hal serupa.
Jika ada kesalahan ada pada DNS (Domain Name System), artinya para engineer Facebook juga tidak bisa mengakses sistem Facebook dari luar pusat data, karena ketiadaan DNS.
Pihak Facebook, juga menyatakan akan berusaha memahami lebih dalam tentang apa yang terjadi hari ini supaya kami bisa terus memperkuat infrastruktur.
Saat ini layanan sudah kembali pulih, dan dari hasil penelurusan engineer Facebook, gangguan terjadi karena perubahan konfigurasi pada router, yang bertugas mengatur lalu-litas pusat data atau data center.
Namun syukurlah, layanan lini komunikasi virtual itu sudah kembali Pengguna Facebook yang sudah mencapai 3,3 miliar berdasar data 23 Febuari 2021, pengguna aktif Instagram di seluruh dunia mencapai 1,07 miliar (awal 2021), dan WhatsApp yang diakuisisi Facebook tahun 2014 dengan jumlah pengguna aktif global lebih dari 2 miliar, kembali berseluncur dengan lancar. (FSE-dari berbagai sumber)