Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN – Industri animasi Indonesia kembali mencuri perhatian lewat hadirnya film terbaru berjudul Foufo. Proyek ini digagas oleh Skak Studios, dipimpin Bayu Eko Moektito atau Bayu Skak bersama Ricky Ramadhan Setiyawan, dengan dukungan SinemArt. Mengusung cerita yang unik, Foufo meramu fiksi ilmiah dengan realitas sosial dan budaya lokal, menghadirkan karya segar sekaligus sarat makna.
Kisah Foufo bermula dari sebuah pesawat luar angkasa futuristik yang mendarat di pinggiran Pulau Madura. Seorang pemuda lokal yang tengah merintis usaha melihat peluang untuk menjual besi dari pesawat tersebut demi menambah modal bisnisnya. Dari titik ini, cerita berkembang menjadi pertemuan antara dunia fiksi ilmiah dengan kehidupan nyata masyarakat Madura. Humor khas Bayu Skak tetap terasa, berpadu dengan kehangatan keluarga dan kritik sosial yang dikemas ringan namun mengena. Keunikan lain yang membuat film ini menonjol adalah penggunaan bahasa Madura sebagai bahasa utama, memperkuat nuansa lokal dan autentisitas cerita.
Baca Juga: IDM Dorong UMKM Prambanan Naik Kelas Lewat Program Ambara Budaya
Lebih dari sekadar kisah tentang alien, Foufo adalah refleksi tentang bagaimana masyarakat merespons hal-hal asing dalam kehidupan mereka. Dengan latar Madura yang jarang diangkat dalam film animasi, karya ini menjadi representasi budaya yang penting sekaligus menyegarkan bagi perfilman Indonesia.
Kolaborasi dengan Hompimpa Animworks menambah kekuatan teknis produksi. Studio animasi 3D asal Indonesia ini dikenal dengan pengalaman lebih dari 2000 menit produksi animasi serta deretan penghargaan nasional dan internasional. Dalam proyek Foufo, Hompimpa bertanggung jawab atas desain karakter, storyboard, VFX, hingga compositing. Kerja sama ini diumumkan pada hari terakhir gelaran JAFF Market di Yogyakarta, Senin (1/12/2025), sebagai langkah strategis untuk meningkatkan standar animasi sekaligus memperluas jangkauan IP lokal ke pasar nasional maupun internasional.
CEO Hompimpa, Risma Suherja, menegaskan pentingnya sinergi ini. “Kolaborasi kami dengan Skak Studios adalah langkah penting dalam mendorong kualitas dan keberagaman animasi Indonesia. Kami percaya kekuatan cerita lokal, jika dipadukan dengan teknologi dan pendekatan visual yang tepat, dapat menghasilkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membanggakan,” ujarnya.
Baca Juga: Dari Sayur Lodeh hingga Grounding: Filosofi Wellness GKR Bendara di Malioboro Culture Vibes 2025
Keberanian mengangkat budaya Madura sebagai latar utama menjadikan Foufo berbeda. Cerita tentang alien yang mendarat di Madura menjadi metafora cerdas tentang pertemuan tradisi dan modernitas, lokalitas dan globalisasi. Kolaborasi Skak Studios dan Hompimpa Animworks mencerminkan semangat gotong royong dalam industri kreatif Indonesia, menghadirkan karya yang menghibur, bermutu, dan berakar pada identitas bangsa.
Dengan akar budaya yang kuat, keberanian bereksperimen, serta dukungan teknologi animasi mutakhir, Foufo menjadi bukti bahwa animasi lokal mampu bersaing, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di kancah internasional. Film ini menandai langkah strategis baru bagi perkembangan Intellectual Property (IP) Indonesia, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya karya-karya animasi lain yang berani mengangkat kekayaan budaya Nusantara.