Dicoret dari Lineup Ruang Bermusik 2025 karena Tuduhan Satanik, Hindia dan Lomba Sihir Buka Suara

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 17 Juli 2025 | 14:54 WIB
Potret penyanyi Baskara Putra atau Hindia yang batal tampil di Tasikmalaya usai adanya penolakan karena tudingan satanik. (Instagram/wordfangs)
Potret penyanyi Baskara Putra atau Hindia yang batal tampil di Tasikmalaya usai adanya penolakan karena tudingan satanik. (Instagram/wordfangs)

Tasikmalaya, SUARA PEMBARUAN – Musisi Baskara Putra, yang dikenal dengan nama panggung Hindia, menjadi pusat perhatian usai batal tampil di acara Ruang Bermusik 2025 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Acara ini awalnya dijadwalkan berlangsung pada 19–20 Juli 2025 di Lanud Wiriadinata.

Tak hanya Hindia, dua grup musik lainnya yakni .Feast dan Lomba Sihir juga turut dikeluarkan dari daftar penampil. Pembatalan ini dipicu oleh munculnya tudingan satanik yang diarahkan kepada para musisi tersebut.

Melalui pernyataan resmi pada Rabu, 16 Juli 2025, pihak penyelenggara menyampaikan bahwa mereka dengan berat hati harus membatalkan penampilan Hindia, .Feast, dan Lomba Sihir. Mereka menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi keamanan dan kenyamanan semua pihak yang terlibat.

"Kami akan terus berupaya agar para musisi ini dapat tetap bertemu dengan penggemar di kesempatan lain yang lebih kondusif," tulis penyelenggara. Terkait kebijakan pengembalian dana (refund), hal tersebut baru akan dibuka setelah rangkaian acara berakhir.

Hindia kemudian memberikan respons singkat lewat kolom komentar unggahan Ruang Bermusik, menyatakan harapannya bisa segera bertemu para penggemar di Tasikmalaya. “Sampai ketemu secepatnya temen-temen Tasik dan terima kasih @ruang_bermusik atas usahanya,” tulisnya.

Sementara itu, Lomba Sihir menyampaikan permintaan maaf melalui unggahan Instagram Story: “Teman-teman Tasikmalaya, mohon maaf sebesar-besarnya kita belum bisa bertemu akhir pekan ini. Semoga bisa segera bertemu dalam waktu dekat.”

Tuduhan satanisme terhadap Hindia sebenarnya bukan hal baru. Isu serupa sempat mencuat pada 2023, saat ia menggelar konser di Jakarta International Velodrome. Visualisasi panggung saat lagu Matahari Tenggelam—yang menampilkan simbol mirip Illuminati serta patung menyerupai Baphomet—menuai kontroversi di media sosial. Salah satu momen yang viral kala itu adalah ketika penonton diminta menutup mata saat menyanyikan lagu tertentu.*

 

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

24 Degrees dan Bara Rock yang Kembali Menyala

Jumat, 13 Februari 2026 | 17:10 WIB
X