”Saya mengikuti 8 kali pelatihan online class dari Pertamina UMK Academy Regional Jawa Bagian Tengah dan mendapat banyak sekali manfaat. Mulai dari bagaimana mengembangkan usaha, memasarkan produk, bagaimana produk kita inovatif dan diterima di pasaran,” tutur Firman.
Meskipun dilaksanakan secara online, tapi semua dijelaskan secara detail dan interaktif.
”Kalau ada keluhan di usahanya, bisa konsultasi langsung di kelas tersebut,” tambahnya.
Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho mengungkapkan bahwa Pertamina UMK Academy merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dijalankan Pertamina, utamanya kepada pelaku UMK.
Baca Juga: Pemkot Semarang Salurkan BLT DBHCHT, Mbak Ita: Semoga Berkah!
Ajang itu bertujuan meningkatkan taraf ekonomi, secara khusus bagi pelaku usaha tersebut maupun secara umum untuk perekonomian nasional.
”Kalau sebelumnya Pertamina UMK Academy diberikan kepada pelaku UMK yang dibina melalui Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PPUMK), kini keikutsertaannya dibuka untuk umum dengan proses pendaftaran dan seleksi,” kata Brasto.
Tercatat lebih dari 8.000 pendaftar di seluruh Indonesia dan terseleksi 5.500 yang berhasil terpilih untuk mengikuti Pertamina UMK Academy.
Baca Juga: Surat Terbuka Upa Labuhari Kepada Presiden Joko Widodo untuk Memohon Keadilan
Pada tahapan awal, peserta dibagi berdasarkan skala Regional yang tersebar di seluruh Indonesia, salah satunya Regional Jawa Bagian Tengah.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, lanjut Brasto, menjadi salah satu pengelola pelaksanaan UMK Academy di skala Regional Jawa Bagian Tengah yang meliputi wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, selain Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Temanggung.
Baca Juga: Tertangkap Penyaluran Ilegal di SPBU Jayapura, Polda Papua: Terjadi Penimbunan
Pelaksanaan UMK Academy di skala Regional telah berlansung pada Juni hingga Agustus dan telah memasuki skala nasional di bulan September.
Selain pelatihan secara daring, juga dilaksanakan pelatihan dan pertemuan peserta secara luring dengan nama kegiatan Kopi Darat yang dibagi menjadi 3 wilayah, yaitu Semarang, Yogyakarta, dan Solo.
Baca Juga: Abdul Rauf Malaganni Kembali Pimpin PMI Gowa