ekonomi

Pemkot Semarang dan Bank Indonesia Gelar Gerakan Pangan Murah dan Bazar Ramadhan, Ada Penjualan Paket Tebus Suka-suka untuk Warga Terdampak Banjir

Sabtu, 30 Maret 2024 | 08:39 WIB
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra.

Baca Juga: BKKBN Bengkulu Fokus Lakukan Intervensi terhadap 79.000 Keluarga Berisiko Stunting

Menurutnya, 3.357 paket sembako yang dijual tebus murah merupakan bentuk sinergi antara Pemkot dengan BUMN, BUMD dan Perusahaan perusahaan di Kota Semarang.

"Ada puluhan perusahaan yang bermitra dengan Pemkot Semarang menjual sembako murah," kata dia.

Tujuannya, lanjut Bambang, untuk memberikan akses terutama untuk warga kurang mampu agar mendapatkan bahan pangan yang murah.

Baca Juga: DPRD Jambi Tawarkan Potensi Ekonomi dan Wisata ke Amerika Serikat

"Kegiatan akan terpusat di Balai Kota Semarang untuk Pak Rahman dan paket tebus sembako murah. Sedangkan penjualan paket suka-suka akan digelar tanggal 3 April,” jelasnya.

Paket suka-suka itu nanti kita distribusikan ke kecamatan terdampak banjir. Bentuknya paket beras 3 kg, dan masyarakat bisa membelinya dengan harga seiklasnya," kata Bambang.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan, Program Gerakan Pangan Murah (GPM) memberikan intervensi luar biasa.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Bagikan Ribuan Paket Takjil di 9 Titik

Bahkan ikut berkontribusi dalam penurunan harga beras yang belakangan sangat tinggi dan menyumbang inflasi Jawa Tengah.

"Di Kota Semarang akan ada GPM yang terpusat di Balai Kota. Selain ada stand Pak Rahman, ada juga penjualan cashless untuk pembelian cabai 250 gram seharga Rp 5.000 dengan pembayaran QRIS," katanya.

Sejumlah komoditas dijual dalam program GPM ini termasuk juga komoditas beras yang harganya masih tinggi.

Baca Juga: 12.506 Personil Gabungan Siap Amankan Operasi Ketupat Candi 2024

"BI bersama dengan TPID menggelar GPM di sejumlah wilayah untuk menekan harga beras di pasaran dan bisa dirasakan hasilnya mulai terlihat ada penurunan," ujar Rahmat dalam media briefing di Rumah Jabatan, Selasa 26 Maret 2024.

Sinergi antara TPID Jateng dan Bank Indonesia Jawa Tengah termasuk dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang ini diharapkan membawa hasil positif terhadap harga sejumlah komoditas.

Halaman:

Tags

Terkini