Harga Biji Kopi Kering di Bengkulu Tembus Rp 62.000/Kg

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Sabtu, 13 Juli 2024 | 11:26 WIB
Harga kopi biji di Bengkulu terus meningkat hingga tembus Rp 62.000/kg.
Harga kopi biji di Bengkulu terus meningkat hingga tembus Rp 62.000/kg.

Bengkulu, suarapembaruan.news- Harga biji kopi kering di Bengkulu dan sekitarnya terus bergerak naik jika sebelumnya berkisar Rp 50.000/kg kini menjadi Rp 62.000/kg.

Kenaikan harga biji kopi kering membuat pendapatan para petani di Bengkulu, mengalami peningkatan dibanding musim panen tahun lalu karena harga komoditas non migas ini melonjak tajam pada tahun 2024 dari sebelumnya hanya Rp 24.000 menjadi Rp 62.000/kg.

Namun, sayangnya kenaikan harga biji kopi kering pada musim panen tahun ini, tidak barengi hasil panen petani. Hal ini terjadi karena hasil panen petani tidak meningkat secara signifikan.

"Tahun ini buah kopi kurang lebat sehingga produksi hasil panen tidak begitu banyak. Kami bersyukur disaat buah kopi tidak lebat harga biji kopi kering melonjak hingga di atas Rp 60.000/kg, sehingga meski hasil panen sedikit, tapi petani masih dapat uang," kata Suparlan (47). petani kopi asal Kepahiang.

Ia berharap harga biji kopi kering di Bengkulu tetap bertahan diangka Rp 60.000/kg, sehingga petani masih mendapatkan uang dari dari panen buah selang. Soalnya, masih ada buah kopi petani yang belum dipanen sisa panen raya sebelumnya.

"Kita berharap harga kopi di Bengkulu tetap mahal sehingga petani masih bisa dapat uang dari hasil panen buah selang. Soalnya, buah kopi petani masih hijau saat panen raya dapat dipanen lagi pada musim sela," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ujang (45), petani kopi lainnya. Ia mengaku bersyukur pada musim panen kopi tahun ini harga biji kopi kering tembus di atas Rp 60.000/kg dari sebelumnya hanya Rp 26.000/kg.

Dengan harga biji kopi kering melambung tersebut, membuat pendapatan para petani kopi di Bengkulu meningkat signifikan dibanding musim panen tahun lalu. "Tahun ini, pendapatan seluruh petani kopi di Bengkulu meningkat, akibat harga biji kopi kering melonjak tajam," ujarnya.

Hanya saja sebagian petani kopi di Bengkulu yang menikmati kenaikan harga biji kopi kering. Pasalnya, buah kopi pada musin kali kini kurang kebat akibat dampak curah hujan tinggi di daerah ini beberapa waktu lalu.

Akibat curah hujan tinggi, maka bunga kopi rontoh dan buah yang jadi tidak lebat atau kurang banyak. Meski demikian, petani kopi di Bengkulu tetap bersyukur karena disaat mereka panen buah kurang lebat harganya melonjak tiga kali lipat dari biasanya.

"Jadi, meski hasil panen tidak maksimal, tapi petani kopi di Bengkulu masih dapat uang dibanding panen tahun lalu dimana harga masih Rp 24.000-Rp 26.000/kg, karena harga biji kopi kering tahun mencapai Rp 60.000/kg," tambah Ujang.

Ujang dan Suparlan, dua petani kopi asal Bengkulu berharap harga biji kopi kering terus bertahan dikisaran harga Rp 50.000-Rp 60.000/kg, sehingga petani kopi daerah ini akan kehidupan semakin sejahtera.

Selain itu, para petani dengan harga kopi mahal tidak kesulitan untuk membeli pupuk, racun hama dan alat pertanian lainya sesuai kebutuhan, sehigga hasil panen akan meningkat.

"Kalau hasil panen meningkat dan harga kopi masih mahal, maka dipastikan kesejahteraan petani kopi di Bengkulu akan meningkat lagi dari sekarang. Saat ini, saja sudah banyak petani kopi di Bengkulu kaya akibat harga kopi melonjak," ujarnya.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X