Semarang, suarapembaruan.news - Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Tengah menilai
kondisi sektor jasa keuangan di Provinsi Jawa Tengah sampai dengan April 2024 dalam
kondisi stabil dengan kinerja tumbuh positif didukung dengan likuiditas yang memadai
dan tingkat risiko yang terjaga.
Total aset perbankan di Jawa Tengah posisi April 2024 tumbuh 5,41 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp577 triliun, terdiri dari aset Bank Umum Rp527 triliun
dan aset BPR Rp50 triliun.
Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 9,32 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp470 triliun. Adapun kredit yang disalurkan tumbuh tinggi sebesar 9,12 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp428 triliun. NPL mengalami kontraksi yang ditandai meningkat sebesar 0,28 persen (yoy).
Kinerja intermediasi Bank Umum
di Jawa Tengah terjaga dengan total Loan to Deposit Ratio (LDR) 90,48 persen.
Pada sektor IKNB, jumlah penyelenggara fintech peer to peer lending berizin OJK yaitu
sampai dengan posisi 31 Mei 2024 sebanyak 100 penyelenggara yang terdiri dari 93 konvensional dan 7 penyelenggara dengan sistem syariah.
Kinerja fintech peer to peer (P2P) Lending di Jawa Tengah tercatat tumbuh positif. Outstanding pinjaman mencapai Rp4,9 miliar dan meningkat sebesar 25,22 persen yoy.
Pertumbuhan tersebut diikuti dengan jumlah dana yang dihimpun mencapai Rp1.717
miliar dan meningkat sebesar 25,3 persen yoy.
Perusahaan Pembiayaan di Jawa Tengah mencatatkan peningkatan nilai piutang pembiayaan sebesar 8,23 persen yoy atau tumbuh mencapai Rp34,54 triliun.
Premi Asuransi meningkat 1,41 persen yoy menjadi Rp4.790 miliar dengan jumlah polis sebanyak 7.009.955 yang diikuti peningkatan klaim sebesar 1,41 persen yoy
dengan jumlah Rp3.908 miliar.
Perkembangan Sektor Pasar Modal
Transaksi Pasar Modal di Jawa Tengah didominasi oleh investor individu dengan jumlah SID Saham yang meningkat sebesar 22,25 persen yoy atau mencapai 663.917 investor pada April 2024 dengan nilai transaksi Rp10,9 triliun.
Perkembangan Edukasi dan Pelindungan Konsumen
Pada periode Januari-April 2024 jumlah pengaduan yang masuk dalam Aplikasi Portal
Perlindungan Konsumen (APPK) sebanyak 284 pengaduan. Berdasarkan jenis aduan
terbanyak adalah Perbankan-Bank Umum 105 pengaduan, Perbankan-BPR 25pengaduan, Pembiayaan 79 pengaduan, Asuransi 24 pengaduan, LJK Lainnya 68
pengaduan, dan Non-LJK lainnya 8 pengaduan.
Untuk menurunkan jumlah pengaduan, OJK Provinsi Jawa Tengah senantiasa melaksanakan kegiatan edukasi secara masif kepada masyarakat, yang hingga akhir April 2024 telah dilaksanakan kegiatan sebanyak 45 edukasi kepada masyarakat, termasuk pelajar dan pelaku UMKM dengan total peserta 6.981 orang.
Artikel Terkait
Layani 1.772 Pengaduan Konsumen, OJK Jateng Nilai Kinerja Industri Jasa Keuangan dalam Kondisi Stabil
Pemkab Rejang Lebong Gelar Bimtek Tata Kelolah Keuangan Desa
Sektor Jasa Keuangan di Jawa Tengah Stabil dan Terjaga
Direktur Keuangan PT Pertamina Kunjungi Unit Operasi di Wilayah Sulawesi
Dewan Tetapkan Perda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2023, Mbak Ita: Laporan Keuangan Pemkot Semarang Raih 8 Kali WTP dari BPK