Gubernur Rohidin Optimistis Bank Bengkulu Semakin Baik

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Kamis, 7 Maret 2024 | 08:53 WIB
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melantik Beni Hanjono sebangai Direktur Utama (Dirut) Bank Bengkulu dan Iswahyudi sebagai Direktur Bisnis Bank Bengkulu.(Foto/MC Pemprov Bengkulu)
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melantik Beni Hanjono sebangai Direktur Utama (Dirut) Bank Bengkulu dan Iswahyudi sebagai Direktur Bisnis Bank Bengkulu.(Foto/MC Pemprov Bengkulu)

Bengkulu,suarapembaruan.news- Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengaku optmistis Bank Bengkulu atau dikenakl dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) akan semakin baik dan berkembang di masa mendatang.

Keoptimsan Gubernur Rohidin tersebut, disampaikan pada sambutan seusai melantik Beni Harjono sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Bengkulu menggantikan pejabat lama Ahmad Irfan yang meninggal dunia tahun lalu, di Bengkulu, Rabu (6/3/2024). Sebelumnya Beni Hanjon berasal dari BJB.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Rohidin Mersyah juga melantik Iswahyudi sebagai Direktur Bisnis Bank Bengkulu. Dengan dilantiknya Beni Hanjono dan Iswayudi, maka dua jabatan kosong di Bank Bengkulu, sudah terisi.

Gubernur Rohidin berharap dengan adanya jajaran manajemen baru PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (BPD), bisa membawa Bank Bengkulu semakin baik.

Memperluas jenis layanan, menjalin komunikasi yang lebih intensif bersama pemegang saham. Mengoptimalkan keberadaan para pelaku usaha di Bengkulu, terutama dari sektor investasi pertambangan dan perkebunan.

"Saya kira tidak ada alasan lagi untuk tidak bisa membuat kinerja bank kita menjadi lebih baik, karena bank kita ini walaupun kecil, kondisinya sehat. Apalagi sekarang dikomandoi jajaran manajemen yang lengkap," ujar Rohidin.

Saat ini Bank Bengkulu telah menjalankan kerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB). Program yang telah diusung berupa Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang diinisiasi oleh BJB sebagai solusi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna menguatkan permodalan bank.

"Kita bersyukur proses KUB yang sudah berjalan tiga tahun dan alhamdulillah sudah selesai. Yang patut disyukuri KUB Bank Bengkulu ini adalah yang pertama dengan BJB, jadi yang lain adalah follower," kata Dirut Bank Bengkulu, Beni Harjono.

Ia menambahkan, bentuk kerjasa sama Bank Bengkulu dengan BJB berupa kolaborasi dan sinergi, mengingat Bank BJB adalah salah satu bank terbesar di Indonesia.

Sinergi yang dimaksud dalam hal digital, kolaborasi bisnis, maupun pengoptimalan para pelaku usaha di desa-desa sebagai bentuk program inklusi keuangan di daerah.

"Apapun produknya akan kita coba aplikasikan di Bank Bengkulu. Ada proses digitalisasi yang akan kita perbanyak, sekarang juga lagi proses integrasi data penerima pajak melalui jaringan," demikian Beni Hanjono.

Seperti diketehaui, Bank bjb kini menjadi salah satu pemegang saham pengendali Bank Bengkulu, setelah penyetoran modal sebesar Rp 250 miliar untuk proses KUB telah selesai dilakukan dan mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) efektif per 1 Maret 2024.

Selain itu, telah disahkan Kemenkumham pada tanggal 1 Maret 2024 perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu.

Bank Bengkulu sendiri telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2023, dimana salah satu keputusannya mengangkat Beni Harjono sebagai Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu, dan Iswahyudi sebagai Direktur Bisnis Bank Bengkulu.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X