ekonomi-bisnis

Bajaj Perluas Layanan ke 6 Kawasan Baru di Semarang, Warga Diajak Raih Cuan dari Investasi Armada

Kamis, 11 Juni 2026 | 06:53 WIB
City Manager Bajaj Semarang, Adam Mahendra.

 


Semarang, SUARA PEMBARUAN – Bajaj Indonesia terus memperluas jangkauan layanan transportasi perkotaan di Kota Semarang. Tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat mendorong perusahaan membuka operasional di enam wilayah baru, yakni Ngaliyan, Manyaran, Sekaran, Tembalang, Semarang Barat, dan Banyumanik.


Langkah ekspansi tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan akses transportasi masyarakat, tetapi juga membuka peluang investasi bagi warga melalui program kepemilikan armada yang dikenal sebagai Juragan Bajaj.


Regional Manager Jawa Tengah dan DIY Bajaj Indonesia, Muhammad Rio, mengatakan pertumbuhan permintaan perjalanan di Semarang menunjukkan tren yang terus meningkat, terutama di kawasan permukiman, pusat pendidikan, pusat bisnis, hingga destinasi wisata. Namun, jumlah armada yang tersedia saat ini dinilai belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan pasar.


“Semarang memiliki potensi yang sangat besar. Permintaan perjalanan terus bertambah, sementara masih banyak wilayah yang belum terlayani secara optimal karena keterbatasan armada. Karena itu kami membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut berkembang bersama Bajaj melalui investasi armada yang dapat menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).


Menurut Rio, armada Bajaj tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga dapat menjadi aset produktif jangka panjang. Seiring meningkatnya kebutuhan armada di berbagai daerah operasional, nilai investasi kendaraan tersebut dinilai memiliki prospek yang menarik.


Berdasarkan performa operasional saat ini, investasi armada Bajaj disebut memiliki potensi tingkat pengembalian investasi (ROI) hingga sekitar 50 persen per tahun dengan estimasi waktu balik modal atau break even point (BEP) sekitar dua tahun. Setelah melewati masa tersebut, armada masih dapat terus menghasilkan pendapatan bagi pemiliknya.


Sementara itu, City Manager Bajaj Semarang, Adam Mahendra, menjelaskan bahwa keputusan membuka enam wilayah baru didasarkan pada meningkatnya permintaan layanan dalam beberapa bulan terakhir.


Menurutnya, kebutuhan transportasi jarak dekat maupun konektivitas antarwilayah masih sangat tinggi, terutama di kawasan permukiman baru, area kampus, pusat kuliner, dan pusat aktivitas masyarakat.


“Permintaan terus bertambah hampir setiap minggu. Tantangan kami saat ini justru memastikan ketersediaan armada agar seluruh kebutuhan pelanggan dapat terlayani dengan baik. Karena itu kami mengajak masyarakat melihat peluang ini sebagai investasi yang potensial,” kata Adam.


Data operasional Bajaj menunjukkan sejumlah kawasan strategis seperti Kota Lama, Simpang Lima, Tugu Muda, dan area perguruan tinggi menjadi titik dengan aktivitas perjalanan yang cukup tinggi. Melalui perluasan wilayah operasional, perusahaan berharap dapat mempercepat waktu tunggu pelanggan sekaligus meningkatkan kualitas layanan.


Salah satu investor yang telah merasakan manfaat program tersebut adalah Gilbert Fedrick Purba. Saat ini ia tercatat memiliki 15 unit armada Bajaj yang beroperasi di Semarang.


Gilbert mengaku awalnya tertarik berinvestasi karena melihat tingginya kebutuhan transportasi masyarakat dan model bisnis yang relatif mudah dipantau.

Halaman:

Tags

Terkini