ekonomi-bisnis

PGN Perkuat Transisi Energi, Gandeng Pertamina dan Pupuk Indonesia Kembangkan CCS & Blue Ammonia

Jumat, 22 Mei 2026 | 15:23 WIB
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta (kiri)

 


JAKARTA, SUARA PEMBARUAN  — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN memperkuat langkah transformasi energi bersih dengan menandatangani Joint Study Agreement (JSA) terkait pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dalam ajang IPA Convex 2026, Kamis (21/5/2026).

Kolaborasi strategis tersebut dilakukan bersama PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi, dan PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai bagian dari pengembangan ekosistem amonia rendah karbon atau blue ammonia di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, para pihak akan menjalankan studi komprehensif yang mencakup aspek teknis, legal, ekonomi, hingga komersial terkait pengembangan rantai pasok CCS nasional.

Fokus utama proyek tersebut ialah menciptakan sistem amonia rendah karbon yang terintegrasi dan berkelanjutan, mulai dari proses penangkapan emisi karbon, transportasi CO₂, hingga penyimpanan melalui injeksi ke formasi geologi bawah tanah yang aman.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, Hery Murahmanta, menjelaskan PGN akan berperan sebagai penyedia transportasi CO₂ dalam proyek tersebut.

Menurutnya, pengembangan CCS menjadi bagian penting dalam strategi ekspansi bisnis PGN menuju sektor energi bersih dan dekarbonisasi.

PGN juga akan mengoptimalkan infrastruktur gas bumi yang telah dimiliki, termasuk jaringan pipa eksisting dan jalur right of way (ROW), untuk mendukung pengembangan transportasi CO₂ secara lebih efisien.

“Pemanfaatan ROW jalur pipa eksisting akan mempercepat integrasi ekosistem CCS sekaligus memperkuat posisi PGN sebagai transporter utama CO₂ di masa depan,” ujar Hery.

Dalam tahap awal, studi bersama akan difokuskan pada wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur yang memiliki kawasan industri dengan kebutuhan energi tinggi. Selain itu, potensi pengembangan di wilayah strategis lain juga akan dikaji berdasarkan kesiapan infrastruktur dan aspek keekonomian.

Sinergi antara Pertamina Group dan Pupuk Indonesia ini diharapkan menjadi pionir pengembangan CCS di Indonesia sekaligus memperkuat upaya transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission (NZE).

Kolaborasi tersebut memadukan kompetensi sektor hulu migas dari PHE, kekuatan infrastruktur energi milik PGN, serta pengalaman industri pupuk dan amonia dari Pupuk Indonesia untuk menciptakan ekosistem energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Tags

Terkini