Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Ramainya perbincangan di media sosial soal dugaan kebocoran data nasabah mobile banking Bank Central Asia (BCA) memicu kekhawatiran publik. Isu tersebut mencuat usai akun X bernama @DailyDarkWeb mengunggah tangkapan layar forum dark web yang menampilkan klaim penjualan data bertajuk “BCA Mobile Bank Access & Database”.
Unggahan yang viral pada Kamis (21/5/2026) itu menyebut adanya pihak yang menawarkan dataset yang diduga berkaitan dengan akses mobile banking nasabah BCA di Indonesia. Dalam postingannya, akun tersebut menyatakan pelaku mengklaim memiliki ratusan ribu akses akun dan jutaan data database yang disebut memuat informasi internal serta data perbankan.
Disebutkan pula bahwa penjual mengaku mengantongi sekitar 890 ribu akses dan 4,9 juta data database BCA Mobile. Namun demikian, akun @DailyDarkWeb menegaskan bahwa informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat diverifikasi kebenarannya.
Meski belum terbukti secara resmi, isu ini langsung menyita perhatian publik, terutama nasabah pengguna layanan mobile banking. Kekhawatiran muncul karena data semacam itu berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai kejahatan siber.
Dalam dunia keamanan digital, istilah akses akun biasanya berkaitan dengan kredensial login, perangkat yang terinfeksi malware, hingga kemungkinan pengambilalihan akun. Risiko lain yang mengintai antara lain penipuan digital, phishing, social engineering, hingga aksi penukaran SIM card secara ilegal.
Tingginya penggunaan layanan digital seperti mobile banking, fintech, dan pembayaran daring disebut membuat Indonesia menjadi salah satu target empuk serangan siber.
Menanggapi ramainya isu tersebut, pihak BCA akhirnya buka suara. EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, memastikan bahwa perseroan telah melakukan investigasi menyeluruh terkait klaim kebocoran data tersebut.
Menurut Hera, hasil penelusuran internal menunjukkan tidak ada kebocoran data yang berasal dari sistem BCA.
“Kami telah melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan tidak ada kebocoran data dari sistem BCA,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).
BCA juga meminta masyarakat dan nasabah agar tidak mudah panik terhadap informasi yang belum terverifikasi. Perseroan memastikan seluruh data nasabah tetap dalam kondisi aman dan terlindungi.